Home
>
News
>
Publication
>
Kembali Ragu-Ragu, NZDUSD Amati Sentimen Risiko Pasar
Kembali Ragu-Ragu, NZDUSD Amati Sentimen Risiko Pasar
Thursday, 12 August 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.17360

0.02%

GBPUSD

1.38720

-0.04%

AUDUSD

0.73730

-0.14%

NZDUSD

0.70410

-0.13%

USDJPY

110.40000

-0.03%

USDCHF

0.92190

-0.02%

USDCAD

1.250

0.05%

GOLDUD

1751.377

-0.11%

USD/IDR

14370

0.07%

Fokus NZDUSD:

  1. NZDUSD perlahan mundur dari sesi kemarin
  2. Pasar ekspektasi inflasi kuartalan NZ tumbuh ke 2.27%

Kamis, 12 Agustus 2021 - Pasangan NZDUSD pagi ini yang sensitif terhadap risiko tampak gugup pada saat penulisan, masih memperhatikan volatilitas Dolar AS yang sensitif dan rebound sentimen di pasar yang sebelumnya luas. Dari dalam negeri Selandia Baru (NZ), dari kalender terbaru menawarkan data Inflation Expectations QoQ untuk periode Kuartal-III 2021 yang dirilis di angka 2.27%, tumbuh dari periode kuartalan sebelumnya di angka 2.05%. Sementara itu, data ini juga sejalan dengan analis pasar suku bunga menunjukkan ekspektasi yang meningkat untuk sikap Reserve Bank of New Zealand minggu depan dengan lebih dari 25bp. Namun di sisi lain, kelemahan USD yang luas masih dapat disebut sebagai katalis utama untuk pergerakan pasangan NZDUSD baru-baru, bergabung dengan rebound kompleks komoditas yang memberikan volatilitas tambahan. 

Pasar yang baru-baru ini ragu-ragu di tengah minimnya berita dari China, Senat AS dan terkait dengan pandemi diekspektasi menyelidiki daya tarik pasangan. Meskipun sejumlah artikel terbaru menandakan kunjungan pertama Menteri Keuangan AS Janet Yellen ke China, investor gagal menyambut berita optimis di tengah kesengsaraan COVID di China dan AS. Juga di sisi lain adalah obrolan tentang hubungan kondisi Australia dengan kondisi pandemi dalam negerinya karena angka-angka terbaru masih ditopang sikap pemerintah lokal untuk mendorong keras distribusi vaksinasi. Selain itu, penolakan tidak langsung Presiden AS Joe Biden terhadap tantangan pembicaraan anggaran, yang sebelumnya diajukan oleh Partai Republik, juga diabaikan karena masih jauh dari sesuatu yang konkret. Ke depan, Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Juli dan Klaim Pengangguran Mingguan, mungkin menawarkan petunjuk jangka pendek.

Pada saat penulisan, NZDUSD bergerak ragu-ragu dengan fokus zona support penting terdekat di level 0.70200 dengan resistance terdekatnya berada di areal 0.70500. Sementara, resistance selanjutnya berada di sekitar areal 0.70800 dan support terjauhnya di 0.69900.

AUDUSD – AUDUSD mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini dalam kisaran 0.7375 pada awal sesi perdagangan pagi ini. Pasangan ini sebelumnya mendukung pullback USD, terutama pasca angka CPI AS, tetapi bears tetap mengendalikan karena kekhawatiran COVID masih menghantui. Selain data yang beragam, komentar dari pembuat kebijakan Fed juga mendukung sentimen pasar, serta harga AUDUSD. Sementara itu, perpanjangan penguncian di Melbourne selama tujuh hari dan tidak adanya pengurangan infeksi dari New South Wales (NSW) ikut menantang optimisme. Ke depan, perhatian utama akan dialihkan pada berita utama tentang COVID-19 menjelang rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Juli dan data Klaim Pengangguran Mingguan AS. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.73500 dan resistance di 0.73800.

EURUSD – EURUSD tetap di bawah tekanan bearish moderat sejak paruh pertama sesi Rabu dan kini memperpanjang penurunannya menuju 1.1700. Namun, dengan USD yang kembali berada di bawah tekanan jual selama jam perdagangan AS pasangan ini berhasil melakukan rebound dan terakhir terlihat menguji 1.175. Data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk indikator inflasi hari sebelumnya, tetap tidak berubah secara tahunan di bulan Juli. Laporan ini menyebabkan USD melemah terhadap rivalnya EUR. Pada hari ini, data Produksi Industri Juni akan ditampilkan dalam kalender ekonomi Eropa. Di kemudian hari, data Klaim Pengangguran Awal mingguan dan Indeks Harga Produsen dari AS akan dilihat sebagai dorongan baru. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.17300 dan resistance di 1.17600.

GBPUSD – Harga menemukan support yang layak dan menarik beberapa aksi beli-turun di dekat angka 1.3800, terendah lebih dari dua minggu yang disentuh sesi kemarin. Langkah pemulihan intraday mendapat dorongan tambahan setelah rilis angka inflasi konsumen AS, yang mendorong beberapa aksi ambil untung di sekitar USD. Selain itu, pasangan juga menggambarkan kondisi pasar yang lesu juga menandakan keragu-raguan pasar menjelang data PDB Q2 Inggris. Pasar memperkirakan kenaikan 4.8% untuk PDB Q2, dengan prospek yang kuat ke depan mengingat pelonggaran pembatasan yang signifikan pada bulan Juli. Namun, menjelang pembaruan Juni, pasar masih mengawasi stabilitas neraca perdagangan Inggris setelah periode volatilitas COVID dan Brexit. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.38500 dan resistance di 1.38900.

USDCAD – USDCAD mengikuti kondisi pasar yang lesu pada pagi hari ini, untuk bergerak ke sekitar 1.2500. Pasangan Loonie juga tercatat turun selama dua hari terakhir untuk menyegarkan terendah minggu ini sebelum memantul. Kelemahan USD yang luas masih dapat disebut sebagai katalis utama untuk penurunan pasangan USDCAD baru-baru ini sedangkan rebound minyak mentah WTI juga turut memberikan beban tambahan. Secara rinci, harga minyak coba mengelak dari penarikan lebih dalam pasca rilis laporan persediaan mingguan dari EIA. Persediaan minyak mentah komersial di AS turun 0.4 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 Agustus, vs ekspektasi penurunan 1.2 juta barel.   Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.24900 dan resistance di 1.25300.

USDCHF – Pasangan ini memperpanjang rebound kuat baru-baru ini dari sekitar angka psikologis utama 0.9000 dan memperoleh beberapa traksi lanjutan untuk sesi keenam berturut-turut kemarin. Di baliknya ada USD yang menguat sepanjang paruh pertama sesi kemarin meski tetap mengakhiri hari dengan merah terhadap sebagian besar rival utama. USD berubah arah setelah rilis data inflasi AS, karena angka tahunan dikonfirmasi di 5.4%, meskipun angka inti direvisi turun menjadi 4.3%, tanda pertama inflasi mungkin memuncak. Sementara itu, kombinasi faktor pendukung, pada tingkat yang lebih besar, membantu mengimbangi kekhawatiran bahwa varian Delta yang menyebar cepat masih menghantui optimisme pemulihan ekonomi global. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.92100 dan resistance di 0.92400.

USDJPY – Setelah menguji zona tertinggi baru-baru ini pada sesi kemarin, USDJPY terpantau mundur di sesi Asia pada pagi hari ini. Koreksi mundurnya USD masih mensponsori kinerja turun dari pasangan ini. Di balik itu, masih bertindak sebagai katalis adalah data inflasi AS dan petunjuk terbaru dari pembuat kebijakan AS untuk sikap fiskal dan geopolitik. Di sisi lain, mata uang Yen kembali naik karena daya tarik safe-haven dengan statistik terkait COVID tetap menjadi perhatian bagi perekonomian. Perlu dicatat bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang untuk bulan Juli baru-baru ini dirilis melonjak menjadi 1.1% MoM dan 5.5% YoY versus ekspektasi masing-masing 0.5% dan 5.0%. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 110.300 dan resistance di 110.600.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

10:00

NZ - Inflation Expectations q/q

2.27%

-

2.05%

13:00

GB - Prelim GDP q/q

-

4.8%

-1.6%

19:30

US - PPI m/m

-

0.6%

1.0%

19:30

US - Unemployment Claims

-

375K

385K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

(forex, trading)

(bursa berjangka, komoditi)

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788