| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16780 | -0.03% |
GBPUSD | 1.37890 | 0.02% |
AUDUSD | 0.75430 | -0.04% |
NZDUSD | 0.71940 | -0.21% |
USDJPY | 113.570 | -0.03% |
USDCHF | 0.91170 | -0.03% |
USDCAD | 1.23440 | 0.06% |
GOLDUD | 1798.757 | -0.14% |
COFR | 1175724 | -0.37% |
USD/IDR | 14150 | 0.08% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 29 Oktober 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh melonjaknya kasus Covid-19 di China yang memicu kekhawatiran akan pertumbuhan permintaan. Selain itu, desakan dari AS agar produsen energi segera menambah produksinya turut membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Otoritas kesehatan China pada hari Jumat melaporkan 64 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi untuk 28 Oktober, dibandingkan posisi sehari sebelumnya di angka 39 kasus. Selain itu, China juga memberikan sinyal akan mengekang polusi menjelang Olimpiade musim dingin di Beijing serta membatasi mobilitas lebih lanjut untuk mengekang penyebaran wabah Covid-19.
Turut membebani harga minyak, produsen energi yang dapat meningkatkan output harus melakukannya demi keamanan pasokan energi karena ekonomi global menghadapi krisis energi, ungkap penasihat senior Departemen Luar Negeri AS, Amos Hochstein pada hari Kamis di sebuah konferensi. Hochstein juga menambahkan bahwa produsen harus memastikan bahwa pasar minyak dan gas harus seimbang.
Dukungan pada pasar minyak datang dari potensi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Arab Saudi meminta bantuan AS dalam upaya memperkuat sistem pertahanannya pasca serangan drone dan rudal balistik di wilayah Saudi yang dilakukan oleh militan Houthi, ungkap dua sumber dan seorang pejabat senior AS pada hari Kamis. Kepala negosiator Houthi Mohammed Abdulsalam menyatakan siap memulai negosiasi gencatan senjata apabila koalisi Saudi memenuhi tuntutan Houthi untuk mencabut pemblokiran pelabuhan dan bandara Sanaa.
Sementara itu, untuk indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan hitungan jumlah rig minyak dan gas yang akan dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes pada akhir pekan ini. Dalam laporan pekan lalu disebutkan bahwa jumlah rig minyak dan gas AS secara keseluruhan turun menjadi 542 rig untuk pertama kalinya setelah kenaikan selama enam pekan berturut-turut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,190,000 - 1,210,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,150,000 - 1,130,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Personal Income MoM | - | -0.2% | 0.2% | |||||
19:30 | USA - Personal Spending MoM | - | 0.6% | 0.8% | |||||
20:45 | USA - Chicago PMI | - | 63.6 | 64.7 | |||||
21:00 | USA - Revised UoM Consumer Sentiment | - | 71.4 | 71.4 | |||||