| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13270 | -0.08% |
GBPUSD | 1.34400 | -0.07% |
AUDUSD | 0.72370 | -0.10% |
NZDUSD | 0.68060 | -0.03% |
USDJPY | 114.850 | 0.03% |
USDCHF | 0.91740 | 0.03% |
USDCAD | 1.27850 | 0.10% |
GOLDUD | 1811.460 | -0.13% |
COFR | 1079534 | -0.09% |
USD/IDR | 14210 | 0.18% |
Selasa, 28 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibayangi lonjakan kasus Covid-19 di AS pada liburan akhir tahun mendorong pembatalan jadwal perjalanan bagi penerbangan maupun kapal pesiar yang berdampak negatif pada permintaan bahan bakar.
Penyebaran varian Omicron di AS yang kian meningkat pada liburan akhir tahun telah menyebabkan pembatalan jadwal penerbangan sebanyak 3,023 penerbangan dan penundaan sebanyak lebih dari 13,742 penerbangan, kutip data yang dirilis hari Senin oleh situs pelacakan penerbangan, FlightAware. Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada hari Senin menyelidiki hampir 70 kapal pesiar pasca terdeteksinya kasus Covid-19 di kapal. Pejabat tinggi penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci, pada hari Senin memperingatkan potensi meningkatnya kasus Covid-19 dalam beberapa hari mendatang. Fauci juga merekomendasikan pemerintah AS agar mempertimbangkan mandat vaksin untuk perjalanan udara domestik.
Dukungan pada pasar minyak datang dari pengumuman Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid yang pada hari Senin mengatakan bahwa Inggris tidak akan memberlakukan pembatasan baru setidaknya hingga akhir tahun 2021. Javid juga menambahkan bahwa pemerintah Inggris masih menunggu lebih banyak bukti untuk menilai apakah layanan kesehatan dapat mengatasi tingkat infeksi yang tinggi.
Sementara itu fokus pasar juga tertuju pada kelanjutan pembicaraan antara Iran dengan 6 kekuatan dunia - Rusia, Cina, Prancis, Inggris, Jerman dan Uni Eropa - pada hari Senin terkait kesepakatan nuklir. Iran mengatakan pengurangan sanksi terutama mengenai ekspor minyak akan menjadi fokus utama Iran dalam pembicaraan nanti. Apabila dipenuhi, maka pasar berpotensi mendapatkan tambahan pasokan dari barel Iran, dimana Iran memproduksi sekitar 2.8 juta bph pada tahun 2018 atau sebelum berlakunya sanksi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,090,000 - 1,110,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,065,000 - 1,045,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
| 18.5% | 19.1% | |||||
22:00 | USA - Richmond Manufacturing Index |
| 11 | 11 | |||||