Home
>
News
>
Publication
>
Jalur Selat Hormuz Kembali Terganggu Buat Minyak Ikut Terkoreksi Bullish
Jalur Selat Hormuz Kembali Terganggu Buat Minyak Ikut Terkoreksi Bullish
Friday, 10 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1432

0.10%

GBPUSD

1.3405

0.17%

AUDUSD

0.6943

0.04%

NZDUSD

0.5753

0.42%

USDJPY

162.39

-0.38%

USDCHF

0.8063

-0.17%

USDCAD

1.4167

-0.09%

GOLDUD

4,125.25

-0.15%

COFU

71.86

0.47%

USD/IDR

18,085

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran klaim telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
  • Pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz telah melambat hingga hampir terhenti total, ungkap data kapal hari Kamis.

************************************************************

Jumat, 10 Juli 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari meningkatnya aksi saling serang AS - Iran yang turut memicu eskalasi risiko bagi keamanan lalu lintas melalui jalur Selat Hormuz. Meski demikian, penegasan Irak untuk tidak keluar dari aliansi OPEC menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah melancarkan serangan pada hari Kamis yang menargetkan sistem Patriot AS di Kuwait, situs peringatan dini di Qatar, dan depot bahan bakar Angkatan Darat AS di Bahrain, menyusul serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran. Selain itu, Iran juga memperingatkan bahwa intervensi AS lebih lanjut terkait pengiriman melalui Selat Hormuz justru akan mengganggu pemulihan yang berjalan saat ini.

Masih dari Iran, data terbaru pelacakan kapal dan sumber industri melaporkan pergerakan kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz telah melambat hingga hampir berhenti total pada hari Kamis. Hanya dua kapal tanker yang melewati jalur tersebut selama jam-jam awal hari Kamis, yaitu kapal tanker minyak super Berg 1, yang memuat kargonya di Pulau Kharg, Iran, dan berada di bawah sanksi AS, ungkap analisis Kpler.

Dukungan lainnya datang dari kilang minyak Saratov Rusia yang telah berhenti beroperasi sejak 8 Juli pasca kerusakan akibat serangan drone, ungkap dua sumber pada hari Kamis. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan membuat kondisi krisis bahan bakar di Rusia meningkat lebih lanjut, setelah pada awal pekan kilang minyak Omsk, yang terbesar di Rusia, juga menghentikan operasinya setelah serangan drone Ukraina.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi pada hari Kamis menyatakan bahwa Irak tidak akan meninggalkan OPEC, tetapi sedang mencari kuota produksi yang adil dalam aliansi kelompok produsen tersebut. Berita tersebut meredam kekhawatiran yang beredar sebelumnya mengenai potensi dari negara produsen terbesar kedua OPEC itu untuk menyusul langkah UEA keluar dari aliansi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

-

N/A

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788