Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat OPEC+ Pertahankan Kebijakan Dukung Minyak Kembali Menguat
Isyarat OPEC+ Pertahankan Kebijakan Dukung Minyak Kembali Menguat
Friday, 31 March 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09040

0.03%

GBPUSD

1.23830

0.15%

AUDUSD

0.67120

0.15%

NZDUSD

0.62540

0.51%

USDJPY

132.650

0.31%

USDCHF

0.91340

-0.04%

USDCAD

1.35220

-0.05%

GOLDUD

1,978.300

0.19%

COFU

74.37

0.17%

USD/IDR

14,960

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ kemungkinan akan tetap mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi saat ini, kata lima sumber dari OPEC.
  • Konsumsi bahan bakar China tahun ini diperkirakan akan tumbuh 3% dari level konsumsi di tahun 2019, ujar PetroChina.

***************************************************************

Jumat, 31 Maret 2023 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau masih bergerak pada tren yang cenderung bullish di dukung oleh beberapa sentimen positif antara lain isyarat OPEC+ untuk tidak menambah pasokan pada pertemuan 3 April, situasi di Kurdistan yang masih belum stabil, dan proyeksi peningkatan konsumsi bahan bakar oleh China.

Dalam pertemuan hari Senin nanti, OPEC dan sekutunya kemungkinan akan tetap mempertahankan kesepakatan yang dijalankan saat ini untuk memangkas produksi, ungkap lima sumber dari OPEC pada hari Kamis. Penurunan harga minyak baru-baru ini menjadi perhatian bagi sebagian besar anggota OPEC+, namun hingga saat ini tidak ada anggota yang mengusulkan untuk melakukan tindakan lebih lanjut dalam mendukung pasar, tambah lima sumber tersebut. Komentar dari lima sumber OPEC itu menguatkan keyakinan bahwa tidak akan ada tambahan pasokan dari OPEC dan sekutunya ke pasar minyak global dalam waktu dekat.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pejabat kementerian perminyakan Irak pada hari Kamis mengatakan belum ada kemajuan yang dicapai terkait kelanjutan ekspor dari Kurdistan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan lebih banyak produsen yang menyusul untuk menghentikan produksi di ladang minyak Kurdistan di Irak utara, dan sekaligus berpotensi mempengaruhi pasokan minyak di pasar global mengingat ekspor minyak dari Kurdistan mewakili sekitar 0.5% dari pasokan minyak global.

Sentimen positif lainnya datang dari proyeksi positif raksasa energi negara PetroChina yang pada hari Kamis mengatakan bahwa konsumsi bahan bakar olahan China tahun ini kemungkinan akan tumbuh 3% dari tingkat pra-COVID pada 2019, dan gas alam sekitar 5.5% dari 2022.

Sementara itu, DPR AS pada hari Kamis mengesahkan RUU reformasi energi yang diajukan oleh partai Republik. Melalui RUU ini akan memungkinkan bagi produsen energi di AS untuk meningkatkan produksi minyak dan gas AS sambil mengurangi inisiatif iklim.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Core PCE Price Index MoM

 

0.4%

0.6%

19:30

USA - Personal Income MoM

 

0.2%

0.6%

19:30

USA - Personal Spending MoM

 

0.3%

1.8%

20:45

USA - Chicago PMI

 

43.4

43.6

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

63.1

63.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788