| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06840 | 0.09% |
GBPUSD | 1.20380 | -0.10% |
AUDUSD | 0.69060 | -0.03% |
NZDUSD | 0.62510 | -0.05% |
USDJPY | 134.230 | 0.08% |
USDCHF | 0.92360 | 0.04% |
USDCAD | 1.34520 | 0.13% |
GOLDUD | 1,843.300 | -0.08% |
COFU | 76.64 | 0.27% |
USD/IDR | 15,150 | 0.09% |
Selasa, 21 Februari 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali menguat didukung oleh beberapa sentimen positif di pasar antara lain isyarat ketatnya pasokan di pasar global, kenaikan harga minyak Iran bulan Maret, dan potensi eskalasi konflik Ukraina. Meski demikian, keraguan akan sikap OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Pemimpin Senat dari partai Republik AS, Mitch McConnell berencana untuk bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab (UEA), pada hari Selasa, menurut orang yang mengetahui rencana mereka. Langkah tersebut merupakan upaya AS untuk membujuk OPEC agar mau menambah pasokannya, setelah menteri energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menolak permintaan yang disampaikan oleh McConnell dalam pertemuan hari Minggu untuk menunda pemangkasan produksi selama 30 hari, ungkap sumber yang mengetahui diskusi tersebut. Berita itu sekaligus mengisyaratkan bahwa pasokan minyak di pasar global ini tidak cukup untuk mengimbangi permintaan, jika aliansi OPEC+ tidak menambah produksinya.
Sentimen positif lainnya datang dari keputusan Iran untuk menaikkan harga jual minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret ke Asia sebesar $2 per barel di atas harga rata-rata minyak Oman/Dubai, atau 20 sen lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. keputusan tersebut menyusul langkah serupa dari produsen Arab Saudi yang pada awal Februari lalu mengumumkan kenaikan harga minyak untuk pengiriman bulan Maret ke Asia, yang sekaligus menandai kenaikan pertama sejak September.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, menteri luar negeri China Qin Gang pada hari Selasa memperingatkan potensi eskalasi konflik Ukraina dan kemungkinan situasi lepas kendali, jika negara-negara tertentu tidak segera berhenti mengobarkan api. Di hari yang sama, China juga merilis makalah tentang Prakarsa Keamanan Global (GSI), proposal keamanan andalan Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk menegakkan prinsip "keamanan tak terpisahkan", sebuah konsep yang juga didukung oleh Rusia.
Sementara itu, menteri energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Senin melontarkan pernyataan bahwa keputusan OPEC dan sekutunya tidak dipolitisasi dan didasarkan pada fundamental pasar. Pangeran Abdulaziz juga menambahkan bahwa aliansi produsen minyak OPEC+ cukup fleksibel untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan. Pernyataan Saudi tersebut memicu keraguan akan sikap OPEC+ yang sebenarnya, terlebih setelah pada minggu lalu Pangeran Abdulaziz menegaskan bahwa keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi sebesar 2 juta bph akan tetap dipertahankan hingga akhir 2023.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - Flash Services PMI |
| 47.3 | 46.8 |
21:45 | USA - Flash Manufacturing PMI |
| 47.4 | 46.9 |
22:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.09M | 4.02M |