| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08910 | 0.15% |
GBPUSD | 1.30660 | 0.06% |
AUDUSD | 0.75130 | -0.33% |
NZDUSD | 0.69200 | -0.32% |
USDJPY | 123.780 | -0.06% |
USDCHF | 0.93310 | -0.08% |
USDCAD | 1.25410 | 0.14% |
GOLDUD | 1925.000 | -0.18% |
COFU | 97.16 | 0.50% |
USD/IDR | 14355 | 0.03% |
Kamis, 07 April 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi tipis ke zona bullish didukung oleh kekhawatiran bahwa Rusia akan mempercepat permintaan pembayaran kontrak dalam rubel, yang berpotensi mengganggu pasokan energi ke Eropa. Meski demikian, laporan terbaru pasar energi AS serta isyarat dari IEA untuk menambah jumlah minyak yang akan dirilis dari cadangan daruratnya membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah AS dalam sepekan naik ke level 11.8 juta barel dari posisi pekan lalu di level 11.7 juta barel. Untuk stok minyak mentah naik sebesar 2.42 juta barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2.06 juta barel. Data yang dirilis EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Turut membebani pergerakan harga minyak, negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) yang menjadi sekutu AS berencana untuk menambah jumlah minyak yang akan dirilis dari cadangan darurat mereka menjadi sebesar 60 juta barel, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut. Nantinya, minyak yang akan dirilis secara terkoordinasi akan berjumlah 120 juta barel - setengah dari AS dan setengah dari IEA -, di saat yang sama AS secara independen akan merilis tambahan sebesar 120 juta barel di luar kuota yang akan dirilis secara terkoordinasi dengan IEA, sehingga secara total minyak yang dirilis bersama oleh AS dan IEA akan mencapai 240 juta barel.
Sementara itu, potensi Rusia untuk mempercepat permintaan pembayaran atas kontrak penjualan dalam rubel memberikan dukungan pada harga minyak. Kementerian keuangan Rusia pada hari Rabu mengatakan bahwa pihaknya harus membayar rubel kepada pemegang Eurobonds berdenominasi dolar yang jatuh tempo pada 2022 dan 2042 karena bank asing telah menolak untuk memproses perintah untuk membayar $649 juta kepada pemegang utang negaranya. Hungaria pada hari Rabu mengatakan pihaknya siap untuk membayar dalam rubel untuk gas Rusia, mengacuhkan permintaan Uni Eropa yang menentang permintaan Rusia tersebut.
Fokus pasar juga tertuju pada kelanjutan pembicaraan nuklir Iran pasca pengawas nuklir PBB pada Rabu melaporkan bahwa Iran telah memindahkan semua mesin suku cadang sentrifugal dari lokasi di Karaj ke Natanz, yang lokasi tepatnya masih belum bisa dipastikan hingga saat ini. Pemindahan tersebut juga tepat enam minggu setelah Iran mendirikan situs lain di Isfahan, tambah sumber yang sama.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1311K | 1307K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 200K | 202K | |||||