| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21080 | -0.07% |
GBPUSD | 1.41170 | -0.03% |
AUDUSD | 0.76950 | 0.10% |
NZDUSD | 0.71260 | 0.22% |
USDJPY | 109.630 | 0.12% |
USDCHF | 0.89840 | 0.03% |
USDCAD | 1.21500 | 0.00% |
GOLDUD | 1874.190 | -0.43% |
COFR | 1002524 | 0.85% |
USD/IDR | 14190 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 14 Juni 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish di kisaran harga IDR 1,000,000 - 1,011,000 per barel didukung oleh proyeksi positif IEA mengenai permintaan minyak serta isyarat dari Irak agar OPEC+ tetap mempertahankan komitmen pembatasan produksi.
Dalam laporan yang dirilis pada hari Jumat, International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak akan meningkat tahun ini sebesar 5.4 juta bph dan 3.1 juta bph tahun depan, sehingga dapat mencapai 100.6 juta bph pada akhir tahun 2022 atau melampaui tingkat permintaan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. IEA juga mendesak agar OPEC dan sekutunya meningkatkan produksi untuk mengikuti pemulihan permintaan tersebut. OPEC+ perlu menambah sekitar 1.4 juta bph di atas target Juli 2021 hingga Maret 2022, tambah IEA.
Dari AS juga dilaporkan bahwa jumlah rig minyak AS dalam sepekan naik 6 rig menjadi 365 rig atau kenaikan tertinggi sejak April 2020, ungkap perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam laporan untuk pekan yang berakhir 11 Juni. Peningkatan tersebut juga mengindikasikan bahwa perusahaan pengeboran berusaha mendapatkan keuntungan seiring dengan meningkatnya permintaan.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Irak, Ihsan Abdul-Jabbar, pada hari Minggu mengatakan bahwa harga minyak diperkirakan berkisar antara $68 dan $75 per barel pada paruh kedua tahun ini dengan catatan OPEC dan sekutunya tetap mempertahankan komitmen mereka terhadap pembatasan produksi. Pernyataan tersebut mengindikasikan dukungan dari Irak - produsen terbesar kedua OPEC setelah Arab Saudi - agar OPEC+ tetap membatasi produksinya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 990,000 - 970,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||
| | | | | |||