| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15960 | -0.05% |
GBPUSD | 1.37490 | -0.09% |
AUDUSD | 0.74210 | -0.09% |
NZDUSD | 0.70630 | 0.13% |
USDJPY | 114.210 | -0.17% |
USDCHF | 0.92370 | 0.01% |
USDCAD | 1.23700 | 0.03% |
GOLDUD | 1767.360 | 0.12% |
COFR | 1150460 | 0.87% |
USD/IDR | 14030 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 18 Oktober 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bullish di dukung oleh kenaikan permintaan minyak seiring dengan pemulihan pasca pandemi Covid-19 serta sinyal OPEC+ untuk tidak menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Juru bicara kementerian perminyakan Irak, Asim Jihad, pada hari Minggu mengatakan bahwa harga minyak di atas $80 per barel adalah indikator positif, tetapi membutuhkan stabilitas jangka panjang. Jihad juga menegaskan bahwa Irak berkomitmen pada perjanjian OPEC+, selain itu tantangan pasar minyak global masih ada karena virus corona dan variannya belum sepenuhnya tertanggulangi. Pernyataan Irak tersebut semakin menambah keyakinan bahwa OPEC+ tidak akan menambah lebih banyak pasokan ke pasar minyak global.
Turut mendukung harga minyak, Arab Saudi pada hari Jumat mengumumkan mencabut pembatasan Covid-19 mulai 17 Oktober karena infeksi harian telah menurun tajam dan perkembangan positif dalam vaksinasi. Selain Saudi, AS pada hari Jumat juga mengumumkan akan mencabut pembatasan perjalanan Covid-19 bagi turis yang telah divaksinasi sepenuhnya efektif per 8 November mendatang. Pengumuman dari Saudi dan AS tersebut memicu harapan akan kembali meningkatkan aktivitas perjalanan serta mendongkrak kenaikan permintaan bahan bakar.
Sementara itu, China pada pekan lalu merilis batch baru kuota impor minyak tahun 2021 untuk penyulingan independen sebesar 14.89 juta ton, yang menjadikan total kuota tahun 2021 sebesar 177.14 juta ton atau turun dari 184.55 juta ton pada tahun 2020. Pengurangan tersebut sekaligus merupakan pengurangan pertama untuk izin impor sejak perusahaan penyulingan independen ini diijinkan masuk ke pasar minyak di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut pada tahun 2015.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,170,000 - 1,190,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,140,000 - 1,120,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:15 | USA - Industrial Production MoM | - | 0.3% | 0.4% | |||||
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index | - | 75 | 76 | |||||