| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17520 | -0.15% |
GBPUSD | 1.37270 | -0.08% |
AUDUSD | 0.72560 | -0.23% |
NZDUSD | 0.69500 | -0.23% |
USDJPY | 109.620 | 0.18% |
USDCHF | 0.91220 | 0.29% |
USDCAD | 1.25900 | 0.24% |
GOLDUD | 1802.610 | -0.45% |
COFR | 972519 | -0.77% |
USD/IDR | 14380 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 25 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish setelah dirilisnya data Covid-19 terbaru China yang menunjukkan kasus infeksi lokal kembali meningkat, serta ditambah dengan potensi memanasnya tensi antara China dengan AS. Meski demikian, laporan persediaan minyak AS membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 1.62 juta barel, ungkap data dari grup industri, American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 20 Agustus. Angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan akan terjadi penurunan stok untuk minyak mentah serta bensin masing-masing sebesar 2.68 juta barel dan 1.56 juta barel. Selain itu, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu, China pada hari Rabu melaporkan 20 kasus infeksi baru Covid-19, dimana dari total infeksi baru tersebut, 4 kasus merupakan infeksi lokal, yang sekaligus menunjukkan peningkatan dari 1 kasus pada hari sebelumnya, ungkap otoritas kesehatan. Berita tersebut memicu kekhawatiran bahwa China masih berpotensi menerapkan kembali aksi pembatasan dan penguncian lebih lanjut, terlebih setelah China pada awal pekan melaporkan tidak ada kasus infeksi baru yang ditularkan secara lokal.
Turut membebani pergerakan harga minyak, Duta Besar China Chen Xu pada hari Selasa mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB bahwa tentara AS dan militer mitra koalisinya harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak yang diduga dilakukan di Afghanistan. Tudingan tersebut berpotensi memicu memanasnya tensi antara China dengan AS, terlebih isu Afghanistan menjadi sorotan utama dunia saat ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 990,000 - 1,010,000 per barel serta kisaran Support di IDR 940,000 - 920,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:30 | EIA - Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.4M | |||||
21:30 | EIA - Crude Oil Stocks Change | - | -2.683M | -3.234M | |||||
21:30 | EIA - Gasoline Stocks Change | - | -1.557M | 0.696M | |||||