| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1774 | 0.05% |
GBPUSD | 1.3812 | 0.05% |
AUDUSD | 0.7448 | 0.12% |
NZDUSD | 0.6945 | 0.84% |
USDJPY | 110.620 | -0.13% |
USDCHF | 0.9184 | -0.02% |
USDCAD | 1.251 | -0.08% |
GOLDUD | 1807.445 | 0.16% |
COFR | 1087710 | -0.21% |
USD/IDR | 14470 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 14 Juli 2021 - Setelah sempat menguat didukung oleh data persediaan minyak mentah AS serta pernyataan bernada positif dari IEA, harga minyak pagi ini terpantau kembali terkoreksi ke zona bearish setelah dirilisnya data impor minyak mentah China yang memicu kekhawatiran dari sisi permintaan.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 4.08 juta barel, ungkap laporan dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 9 Juli. Angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan stok minyak mentah dan stok bensin akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 4.36 juta barel dan 1.79 juta barel. Selain itu, EIA juga akan merilis laporan mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) dalam Laporan Pasar Minyak yang dirilis hari Selasa memperkirakan bahwa permintaan minyak global pada bulan Juni akan naik sebanyak 3.2 juta bph menjadi 96.8 juta bph, dan untuk sisa tahun ini permintaan minyak akan terus pulih berkat pertumbuhan ekonomi yang solid, meningkatnya tingkat vaksinasi, dan pelonggaran pembatasan di banyak negara. Namun, IEA juga memperingatkan potensi terjadinya perang harga baru dalam aliansi OPEC+ akibat kompromi kuota produksi yang masih belum tercapai hingga saat ini, yang sekaligus membuat pasokan minyak global semakin ketat di tengah permintaan yang terus meningkat.
Dari data Kepabeanan China yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan penurunan impor minyak mentah untuk paruh pertama 2021 sebesar 3% dibanding tahun sebelumnya, kontraksi terbesar sejak semester pertama 2013. Total impor China dari Januari hingga Juni mencapai 260.66 juta ton atau sekitar 10.51 juta bph. Laporan tersebut memicu kekhawatiran akan permintaan minyak khususnya dari Asia yang saat ini tengah dilanda kebangkitan kasus Covid-19 akibat varian Delta.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,100,000 - 1,120,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,070,000 - 1,050,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.3M | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -4.359M | -6.866M | |||||
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -1.786M | -6.076M | |||||