| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10420 | 0.23% |
GBPUSD | 1.25210 | 0.14% |
AUDUSD | 0.67780 | 0.13% |
NZDUSD | 0.62910 | 0.29% |
USDJPY | 132.570 | -0.15% |
USDCHF | 0.88950 | -0.21% |
USDCAD | 1.33350 | -0.10% |
GOLDUD | 2,040.170 | 0.33% |
COFU | 82.40 | 0.15% |
USD/IDR | 14,680 | -0.24% |
Jumat, 14 April 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh data positif impor minyak mentah China dan gangguan pengiriman dari dua kilang milik TotalEnergies. Meski demikian, data ekspor bensin Rusia membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
China mengimpor 52.3 juta ton (setara 12.37 juta bph) minyak mentah pada bulan Maret, yang sekaligus merupakan rekor tertinggi sejak Juni 2020 di level 53.18 juta ton, ungkap data bea cukai China pada hari Kamis. Secara total, impor minyak mentah untuk kuartal pertama mencapai 11.11 juta bph atau naik 6.7% dari periode yang sama tahun 2022. Data tersebut mengindikasikan perekonomian China telah pulih dan meningkatnya permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pengiriman produk minyak dari kilang Donges dan La Mede TotalEnergies terganggu pada hari Kamis, kata seorang juru bicara perusahaan, karena sekitar 20% staf operasional bergabung dalam aksi pemogokan terbaru atas reformasi pensiun pemerintah. Pemogokan sebelumnya telah menghentikan produksi di kilang perusahaan, tetapi pabrik Gonfreville, Donges dan La Mede meningkatkan produksi pada hari Kamis, kata juru bicara itu.
Sementara itu, Rusia dilaporkan telah meningkatkan ekspor bensin hampir 50% pada kuartal pertama, dengan tujuan pengiriman ke negara-negara Afrika seperti Nigeria, Tunisia dan Libya setelah Uni Eropa melarang produk Rusia pada 5 Februari. Rusia mengekspor 1.9 juta bensin antara Januari dan Maret tahun ini, naik dari 1.3 juta ton pada kuartal pertama 2022.
Fokus pasar juga tertuju pada laporan pasar minyak bulanan IEA yang akan dirilis hari Jumat, dengan kemungkinan prospek permintaan global akan dipangkas turun karena pertumbuhan ekonomi makro yang goyah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| -0.4% | -0.4% |
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.2% | 0.0% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| -0.1% | 0.1% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Prel |
| 62 | 62 |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.3% | -0.1% |