| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12770 | -0.01% |
GBPUSD | 1.32600 | 0.03% |
AUDUSD | 0.71510 | -0.08% |
NZDUSD | 0.67570 | -0.06% |
USDJPY | 114.100 | 0.00% |
USDCHF | 0.92370 | 0.01% |
USDCAD | 1.29150 | -0.06% |
GOLDUD | 1788.560 | 0.02% |
COFR | 1016310 | 0.24% |
USD/IDR | 14260 | -0.14% |
Rabu, 22 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh data positif dari grup industri American Petroleum Institute (API) serta memanasnya tensi antara Rusia dengan AS. Meski demikian tekanan pada sisi permintaan datang dari pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran varian Omicron membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3.67 juta barel, ungkap data yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API). Data tersebut mengindikasikan permintaan minyak mentah yang positif di pasar AS meskipun ditengah melonjaknya penyebaran varian Omicron. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki ruang untuk mundur dalam kebuntuan dengan AS atas masalah Ukraina. Selain itu Putin juga menegaskan kemungkinan untuk mengambil langkah-langkah respon 'teknis militer' sebagai tanggapan keras atas tekanan dari negara barat. Memanasnya ketegangan antara Rusia atas masalah Ukraina tersebut juga turut mendukung pergerakan harga minyak karena Rusia merupakan pemimpin dari sekutu OPEC dan juga merupakan pemasok utama gas alam ke Eropa.
Melonjaknya infeksi Covid-19 yang didominasi oleh varian Omicron telah memicu pemberlakuan kembali pembatasan yang lebih ketat terutama di negara-negara Eropa, yang mengancam permintaan bahan bakar. Turut membebani permintaan lebih lanjut, pemerintah China pada hari Selasa memperketat pembatasan di kota Dongxing serta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang perbatasan dan pelabuhan pasca ditemukannya 1 kasus infeksi lokal.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,040,000 - 1,060,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production |
| N/A | 11.7M | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.633M | -4.584M | |||||
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 0.467M | -0.719M | |||||