| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18350 | -0.09% |
GBPUSD | 1.38560 | -0.20% |
AUDUSD | 0.74780 | -0.19% |
NZDUSD | 0.70370 | -0.44% |
USDJPY | 109.970 | -0.05% |
USDCHF | 0.91539 | -0.02% |
USDCAD | 1.25100 | 0.24% |
GOLDUD | 1827.072 | -0.06% |
COFR | 1055002 | -0.77% |
USD/IDR | 14460 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 15 Juli 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari melemahnya permintaan bahan bakar di AS serta OPEC+ yang siap melanjutkan kembali rencana untuk meningkatkan produksinya setelah UEA mencapai kompromi dengan Saudi. Selain itu, penyebaran Covid-19 di Asia juga turut membebani pergerakan harga lebih lanjut.
Dalam laporan mingguan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 7.90 juta barel untuk pekan yang berakhir 9 Juli, jauh lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 4.36 juta barel. Meski demikian, stok bensin secara tak terduga naik sebesar 1.04 juta barel, yang mengisyaratkan permintaan bahan bakar mengalami penurunan di tengah berlangsungnya libur Hari Kemerdekaan AS pekan lalu. Selain itu, dari sisi produksi juga naik ke level 11.4 juta barel dari posisi pekan sebelumnya di level 11.3 juta barel.
Turut membebani harga minyak, koalisi produsen minyak OPEC beserta sekutunya akan segera memutuskan tanggal pertemuan baru, setelah Uni Emirat Arab (UEA) mencapai kesepakatan kompromi dengan Saudi terkait kuota produksi baru UEA di angka 3.65 juta bph, naik dari kuota UEA saat ini di angka 3.17 juta bph. Dalam kesepakatan tersebut, UEA juga mendukung proposal dari Arab Saudi untuk memperpanjang durasi perjanjian pemotongan produksi OPEC+ hingga Desember 2022. Berita tersebut sekaligus mengindikasikan kepastian bahwa pasar minyak global akan mendapat tambahan pasokan dari OPEC+ sekitar 400,000 bph hingga akhir 2022.
Sementara itu, penyebaran kasus Covid-19 varian Delta di Asia yang kian mengkhawatirkan semakin memicu potensi penurunan permintaan bahan bakar. Singapura pada hari Rabu melaporkan kasus infeksi baru lokal sebesar 56 kasus, rekor tertinggi dalam 10 bulan. Di Indonesia, kasus Covid-19 saat ini di ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut dapat meningkat lebih lanjut, dengan harapan bahwa infeksi tidak akan melebihi 60,000 kasus, ungkap pejabat senior pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,070,000 - 1,090,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,020,000 - 1,000,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 3313K | 3339K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 360K | 373K | |||||
20:15 | USA - Industrial Production MoM | - | 0.6% | 0.8% | |||||