| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18620 | 0.05% |
GBPUSD | 1.39140 | 0.06% |
AUDUSD | 0.73950 | 0.09% |
NZDUSD | 0.70140 | 0.53% |
USDJPY | 109.050 | -0.01% |
USDCHF | 0.90340 | 0.02% |
USDCAD | 1.25400 | -0.02% |
GOLDUD | 1810.350 | 0.16% |
COFR | 1005576 | 0.03% |
USD/IDR | 14300 | 0.29% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 04 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi terbebani oleh meningkatnya penyebaran Covid-19 di negara-negara konsumen utama yang membuat permintaan minyak berada di bawah tekanan. Meski demikian, memanasnya tensi di perairan Timur Tengah serta laporan persediaan minyak AS membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Penyebaran Covid-19 varian Delta yang mencapai puluhan kota di China memaksa pemerintah kembali memperbarui pembatasan, memutus jaringan transportasi domestik dan meluncurkan pengujian massal dalam beberapa hari terakhir. Otoritas kesehatan China melaporkan 96 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi pada hari Selasa, dimana 71 merupakan infeksi lokal dan 25 dari luar negeri.
Di AS, Presiden Joe Biden pada hari Selasa mendesak Gubernur Florida dan Texas untuk membantu mengekang penyebaran Covid-19 di kedua negara bagian yang menyumbang sepertiga dari total kasus baru di AS, namun sejauh ini menolak keras upaya mitigasi yang dianjurkan seperti mandatori masker, vaksin dan penerapan pembatasan. Lonjakan kasus Covid-19 di AS juga memaksa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada hari Selasa mengeluarkan moratorium 60 hari baru untuk penggusuran tempat tinggal di daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di kawasan perairan Timur Tengah yang kian memanas dalam beberapa hari terakhir memberikan dukungan pada pasar minyak. Tiga sumber keamanan maritim pada hari Selasa mengklaim bahwa pasukan yang didukung Iran telah melakukan penyitaan terhadap sebuah tanker minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab, yang sekaligus menandai serangan kedua sejak Jumat lalu di kawasan perairan Timur Tengah.
Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 879 ribu barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 30 Juli. Malam nanti, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan merilis angka resmi versi pemerintah, yang diperkirakan stok minyak mentah dan bensin akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 3.1 juta barel dan 1.8 juta barel. Selain itu, EIA juga akan merilis laporan mingguan untuk produksi minyak mentah domestik.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.2M | |||||
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -3.102M | -4.089M | |||||
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -1.78M | -2.253M | |||||