| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1624 | 0.06% |
GBPUSD | 1.3438 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7149 | -0.24% |
NZDUSD | 0.5867 | 0.03% |
USDJPY | 158.91 | -0.03% |
USDCHF | 0.7869 | -0.05% |
USDCAD | 1.3743 | 0.07% |
GOLDUD | 4,544.62 | 0.49% |
COFU | 98.95 | -0.23% |
USD/IDR | 17,680 | 0.00% |
Kamis, 21 Mei 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari harapan berakhirnya penutupan di Selat Hormuz, dan isyarat AS untuk bersedia menunggu jawaban Iran. Meski demikian, peringatan dari UEA, dan laporan stok EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Tiga kapal tanker yang membawa 6 juta barel minyak mentah, yang ditujukan untuk pasar Asia berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, setelah menunggu di Teluk selama lebih dari dua bulan, menurut data pengiriman dari LSEG dan Kpler. Kapal-kapal tersebut melalui jalur transit yang telah diperintahkan Iran sebagai rute baru, dan sekaligus memberikan harapan akan berakhirnya penutupan di jalur selat tersebut.
Turut membebani harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan bahwa AS siap untuk melanjutkan serangan lebih lanjut terhadap Teheran jika Iran tidak menyetujui kesepakatan perdamaian, tetapi menyarankan Washington dapat menunggu beberapa hari untuk mendapatkan jawaban yang tepat, karena negosiasi telah berada di tahap akhir.
Sementara itu, UEA memperingatkan bahwa aliran minyak global mungkin membutuhkan setidaknya empat bulan untuk pulih hingga 80 persen dari tingkat sebelum konflik, ungkap CEO ADNOC, Sultan Al Jaber, pada hari Rabu.
Dukungan lainnya datang dari laporan stok resmi versi pemerintah yang dirilis EIA pada Rabu malam menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,9 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Mei, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,9 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1,55 juta barel, menandai penurunan mingguan ke-14 berturut-turut. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $101 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $96 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Building Permits |
| 1.39M | 1.363M |
19:30 | USA - Housing Starts |
| 1.41M | 1.502M |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 210K | 211K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 18 | 26.7 |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash |
| 53.8 | 54.5 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Flash |
| 51.1 | 51.0 |