Home
>
News
>
Publication
>
Gencatan Senjata Yaman Picu Minyak Kembali ke Level di Bawah $100 per Barel
Gencatan Senjata Yaman Picu Minyak Kembali ke Level di Bawah $100 per Barel
Monday, 04 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10340

0.15%

GBPUSD

1.31120

-0.01%

AUDUSD

0.74860

0.27%

NZDUSD

0.68960

0.38%

USDJPY

122.610

-0.02%

USDCHF

0.92570

0.03%

USDCAD

1.25180

-0.04%

GOLDUD

1924.000

-0.20%

COFU

98.95

-0.09%

USD/IDR

14350

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. UEA berkomitmen lakukan gencatan senjata selama Houthi mematuhinya.
  2. Gazprom Rusia mengatakan akan terus memasok gas alam ke Eropa melalui Ukraina.

***************************************************************

Senin, 04 April 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca pengumuman gencatan senjata di Yaman selama dua bulan. Selain itu, pernyataan resmi dari raksasa energi Rusia untuk terus memasok gas alam ke Eropa, meredam kekhawatiran akan terjadinya krisis pasokan energi yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Uni Emirat Arab (UEA) selaku sekutu Saudi pada hari Sabtu menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Yaman, dan mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan gencatan tersebut selama kelompok Houthi mematuhinya. Sebelumnya pada hari Jumat, pembicaraan antara Saudi dengan Houthi yang ditengahi oleh PBB menyepakati untuk menghentikan operasi militer di Yaman dan di perbatasan Saudi-Yaman selama dua bulan. Gencatan senjata tersebut juga merupakan yang pertama setelah konflik lebih dari 7 tahun di Yaman, sekaligus akan memungkinkan untuk dilakukan kembali impor bahan bakar ke daerah-daerah yang dikuasai Houthi dan beberapa penerbangan beroperasi dari bandara Sanaa.

Turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut, raksasa energi milik negara Rusia, Gazprom pada hari Minggu mengatakan bahwa pihaknya akan terus memasok gas alam ke Eropa melalui Ukraina sejalan dengan permintaan dari konsumen Eropa. Pernyataan Gazprom tersebut menguatkan komentar dari juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang pada hari Jumat mengatakan bahwa perubahan pembayaran dengan rubel belum akan berlaku untuk kontrak gas alam yang penyerahannya sampai akhir bulan ini.

Sementara itu, pasar juga mencermati realisasi dari rencana pelepasan minyak terkoordinasi dari AS dan sekutunya. Pada hari Jumat lalu, negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) mengadakan pertemuan luar biasa untuk membahas mengenai komitmen pelepasan minyak dimaksud. Di hari yang sama, Departemen Energi AS mengumumkan akan merilis hingga 1 juta barel minyak per hari dari Strategic Petroleum Reserve selama enam bulan mulai bulan Mei.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Factory Orders MoM

 

-0.5%

1.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788