Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1442 | -0.01% |
GBPUSD | 1.3388 | 0.04% |
AUDUSD | 0.6952 | 0.01% |
NZDUSD | 0.5701 | 0.01% |
USDJPY | 162.09 | -0.07% |
USDCHF | 0.8048 | 0.09% |
USDCAD | 1.4204 | 0.08% |
GOLDUD | 4164.73 | -0.48% |
USD/IDR | 17,994 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Selasa, 7 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini menguat di sekitar 1.3393, melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung selama sembilan sesi berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh melemahnya Dolar AS setelah pasar semakin kecil memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli maupun September. Ekspektasi tersebut berubah menyusul laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan penambahan pekerjaan sepanjang April hingga Juni lebih rendah dibandingkan proyeksi pelaku pasar.
Tekanan terhadap Dolar AS juga berasal dari penurunan harga minyak dunia setelah keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi serta tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meredanya harga energi membantu mengurangi tekanan inflasi sehingga pasar menilai kebutuhan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat ketat menjadi berkurang. Situasi ini memberikan dukungan tambahan bagi penguatan Pound Sterling terhadap Greenback.
Walaupun demikian, Dolar AS masih memperoleh penopang dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang kembali menegaskan komitmen bank sentral terhadap target inflasi sebesar 2%. Waller juga menilai panduan kebijakan moneter harus tetap fleksibel tanpa mengurangi kredibilitas kebijakan antiinflasi. Sikap tersebut tercermin pada kenaikan FXS Fed Sentiment Index ke 125,72, sementara data ISM Services PMI Juni yang bertahan di 54,0 menunjukkan sektor jasa AS masih terus berkembang dan kondisi pasar tenaga kerja mulai membaik.
Sementara itu, potensi apresiasi Pound Sterling dibayangi oleh berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dari Bank of England (BoE). Pasar kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga dengan probabilitas sekitar 70% sepanjang tahun ini. BoE tetap mempertahankan suku bunga acuannya di 3,75% pada pertemuan Juni dengan hasil voting 7-2, meskipun Gubernur Andrew Bailey menyampaikan bahwa inflasi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target 2%. Di saat yang sama, inflasi Inggris sebesar 2,8% diperkirakan masih dapat meningkat lagi hingga melampaui 3% dalam beberapa bulan mendatang akibat dampak biaya energi. Support GBPUSD berada di area 1.3345, sementara resistance di area 1.3435.
EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1.1441 dengan kecenderungan melemah, meskipun pergerakannya masih bertahan di atas level 1.1400. Tekanan terhadap pasangan mata uang ini berasal dari menguatnya Dolar AS yang memperoleh dukungan sebagai aset lindung nilai setelah ketegangan kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz. Situasi tersebut muncul menyusul laporan adanya kapal tanker yang terdampak serangan proyektil, sehingga kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan meningkatkan minat investor terhadap Greenback.
Di sisi lain, ruang penguatan Dolar AS masih dibatasi oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru memperketat kebijakan moneternya setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan. Penurunan harga minyak juga membantu mengurangi risiko inflasi, sehingga tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga semakin berkurang. Sementara itu, euro turut menghadapi tekanan setelah data inflasi Eurozone yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar memangkas proyeksi kenaikan suku bunga oleh European Central Bank (ECB), sehingga potensi penguatan mata uang tunggal Eropa masih memerlukan dukungan sentimen yang lebih kuat. Support EURUSD berada di area 1.1400, sementara resistance di area 1.1485.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan relatif stabil di sekitar 0.6953, dengan pergerakan yang terbatas setelah reli selama dua sesi sebelumnya. Sentimen terhadap Dolar Australia masih dipengaruhi oleh data ekonomi domestik yang menunjukkan perlambatan. Penurunan jumlah iklan lowongan kerja menurut ANZ-Indeed serta melemahnya indikator inflasi bulanan dari Melbourne Institute mencerminkan bahwa tingginya biaya pinjaman mulai mengurangi aktivitas ekonomi sekaligus meredakan tekanan harga.
Meskipun demikian, ruang penurunan AUD juga masih terbatas karena Dolar AS belum mampu menguat secara signifikan setelah ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve mulai berkurang. Pada saat yang sama, investor tetap memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) dapat mengambil langkah yang lebih ketat apabila inflasi belum kembali sesuai target. Pandangan tersebut diperkuat oleh risalah rapat dan komentar Gubernur Michele Bullock yang masih menyoroti risiko inflasi serta ketatnya kondisi perekonomian Australia. Support AUDUSD berada di area 0.6925, sementara resistance di area 0.6985.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan relatif stabil di sekitar 0.5702 menjelang hasil rapat kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand. Pelaku pasar masih menilai peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin cukup besar, sehingga pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terbatas sambil menunggu keputusan resmi bank sentral. Fokus investor juga tertuju pada proyeksi kebijakan RBNZ untuk beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak dunia dinilai dapat mengurangi risiko inflasi, sehingga membuka peluang bagi RBNZ untuk tidak terburu-buru memperketat kebijakan moneternya. Sejumlah analis memperkirakan bank sentral masih akan mempertahankan sikap hawkish, tetapi memilih menunggu hingga September sebelum menaikkan suku bunga. Apabila RBNZ menyampaikan nada yang lebih berhati-hati, NZD berpotensi tertekan. Sebaliknya, keputusan menaikkan suku bunga disertai pernyataan yang tetap hawkish dapat menjadi katalis bagi penguatan Dolar Selandia Baru. Support berada di area 0.5627, sementara resistance di area 0.5726.
USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di sekitar 161,97 seiring menguatnya Yen Jepang setelah pemerintah Jepang kembali menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal. Minoru Kiuchi menyampaikan bahwa arah kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan tidak mengalami perubahan dan pemerintah tetap mempertahankan pendekatan fiskal yang selama ini dijalankan. Pernyataan tersebut memberikan tambahan kepercayaan kepada pelaku pasar terhadap stabilitas kebijakan Jepang.
Selain itu, Kiuchi menjelaskan bahwa pembahasan mengenai kebijakan moneter dalam cetak biru ekonomi masih konsisten dengan posisi pemerintah sebelumnya dan tidak ada rencana untuk merevisi bahasa maupun substansi dokumen tersebut. Konsistensi kebijakan ini menjadi faktor yang menopang penguatan Yen sehingga menekan pergerakan USD/JPY. Namun, ruang pelemahan pasangan mata uang ini masih terbatas karena Dolar AS tetap didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan yang berhati-hati terhadap inflasi. Support USDJPY berada di area 161.50, sementara resistance di area 162.40.
USDCHF - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di sekitar 0.8055, dengan Dolar AS memperoleh dukungan dari sentimen hati-hati investor terhadap perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Meskipun gencatan senjata masih berlaku, pasar tetap mewaspadai meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Kondisi tersebut menjaga permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman, sehingga membantu menopang penguatan Greenback.
Selain faktor eksternal, Franc Swiss juga menghadapi tekanan setelah data menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 3,1% pada Juni, tertinggi dalam hampir lima tahun. Dari Amerika Serikat, aktivitas sektor jasa yang masih berada di zona ekspansi serta komentar Christopher Waller yang kembali menegaskan komitmen Federal Reserve dalam menjaga inflasi memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap berhati-hati, sehingga memberikan dukungan terhadap penguatan USD. Support USDCHF berada di area 0.8025, sementara resistance di area 0.8080.
USDCAD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di sekitar 1.4215 setelah Dolar Kanada kembali berada di bawah tekanan terhadap Greenback. Penguatan pasangan mata uang ini didorong oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Kanada mengalami penurunan. Perbedaan arah pergerakan imbal hasil tersebut membuat Dolar AS lebih menarik bagi investor dan menopang kenaikan USDCAD.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak dunia juga menjadi faktor yang menekan kinerja Dolar Kanada. Turunnya harga minyak mengurangi prospek penerimaan ekspor Kanada, sehingga membatasi permintaan terhadap mata uang tersebut. Kombinasi antara melemahnya harga komoditas energi dan menguatnya imbal hasil obligasi AS menjadi faktor utama yang menjaga USDCAD tetap bergerak di area penguatan. Support USDCAD berada di area 1.4180, sementara resistance di area 1.4250.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30pm | GBP | BOE Financial Stability Report |
|
|
|
4:30pm | GBP | FPC Meeting Minutes |
|
|
|
4:30pm | GBP | FPC Statement |
|
|
|
5:30pm | GBP | BOE Gov Bailey Speaks |
|
|
|
6:00pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks |
|
|
|
Jun 13th | USD | ADP Weekly Employment Change |
|
| 30.8K |
7:15pm | USD | ADP Weekly Employment Change |
|
|
|
7:30pm | CAD | Trade Balance |
| 2.8B | 2.7B |
7:30pm | USD | Trade Balance |
| -78.3B | -55.9B |
9:00pm | CAD | Ivey PMI |
| 59.1 | 58.2 |