Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1421 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3257 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6916 | -0.33% |
NZDUSD | 0.5675 | -0.14% |
USDJPY | 162.55 | 0.04% |
USDCHF | 0.8081 | 0.12% |
USDCAD | 1.4197 | 0.14% |
GOLDUD | 4014.34 | -0.91% |
USD/IDR | 17,957 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Rabu, 1 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3240 pada perdagangan sesi Asia, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika politik di Inggris. Perhatian investor tertuju pada proses pergantian kepemimpinan pemerintahan, termasuk peluang Andy Burnham menjadi Perdana Menteri berikutnya serta komitmennya dalam menjaga disiplin fiskal yang dinilai akan memengaruhi kepercayaan pasar terhadap aset Inggris.
Burnham sebelumnya menyampaikan rencana untuk melakukan reformasi pemerintahan dengan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pasar juga menunggu kepastian mengenai sosok yang akan mengisi posisi Menteri Keuangan, mengingat kebijakan fiskal pemerintah baru berpotensi memengaruhi pergerakan Pound Sterling maupun pasar obligasi pemerintah Inggris.
Di sisi kebijakan moneter, tekanan terhadap Pound masih berasal dari ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% hingga akhir tahun. Pelaku pasar juga menantikan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan, terutama setelah pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan.
Sementara itu, Dolar AS tetap memperoleh dukungan dari prospek kebijakan Federal Reserve yang masih cenderung ketat. Pasar saat ini masih memperkirakan peluang yang cukup besar bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Fokus investor juga mengarah pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk laporan ADP dan Nonfarm Payrolls (NFP), yang diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan GBPUSD. Support GBPUSD berada di area 1,3200, sementara resistance di area 1,3285.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,1406 pada awal perdagangan hari ini seiring berkurangnya optimisme pasar terhadap peluang pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Pelemahan Euro terjadi setelah data inflasi dari sejumlah negara utama di kawasan euro menunjukkan tren perlambatan, sehingga memperkuat pandangan bahwa ECB kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Juli. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis awal data inflasi HICP Zona Euro serta data PMI Manufaktur Amerika Serikat yang diperkirakan dapat memberikan arah pergerakan berikutnya.
Sementara itu, Dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% tanpa memberikan sinyal pelonggaran dalam waktu dekat membuat imbal hasil aset berbasis dolar tetap menarik. Kombinasi prospek kebijakan ECB yang lebih berhati-hati dan ekspektasi kebijakan The Fed yang relatif hawkish menjadi faktor utama yang menekan pergerakan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1375, sementara resistance di area 1,1445.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,6893 setelah gagal mempertahankan pemulihan dari level terendah tiga bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh data aktivitas manufaktur Tiongkok yang menunjukkan perlambatan. Indeks PMI Manufaktur Caixin turun menjadi 51,7 pada Juni dari 52,2 pada Mei, sementara data PMI resmi sebelumnya juga mencerminkan lemahnya permintaan domestik dan belanja konsumen. Kondisi tersebut menekan prospek ekonomi Tiongkok dan turut membebani Dolar Australia yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi negara tersebut.
Di sisi lain, penguatan Dolar AS semakin menekan AUDUSD seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven akibat ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, data JOLTS yang menunjukkan kenaikan jumlah lowongan pekerjaan ke level tertinggi dalam dua tahun memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid, sehingga mendukung ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang tetap ketat. Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh serta rilis data ADP Employment dan ISM Manufacturing PMI sebagai petunjuk tambahan mengenai arah pergerakan Dolar AS. Support AUDUSD berada di area 0,6865, sementara resistance di area 0,6925.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,5667 pada awal perdagangan sesi Asia. Pelemahan Dolar Selandia Baru terjadi setelah rilis data manufaktur Tiongkok gagal memberikan sentimen positif bagi mata uang yang sensitif terhadap prospek ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. PMI Manufaktur Caixin tercatat di 51,7 pada Juni, sedikit lebih rendah dibandingkan 51,8 pada bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Di saat yang sama, pelaku pasar mulai mengurangi perkiraan terhadap kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), sehingga menambah tekanan terhadap NZD.
Di sisi lain, perhatian investor kini beralih ke data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan ISM Manufacturing PMI yang akan dirilis hari ini serta data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Kamis. Selain itu, ASB Bank telah merevisi proyeksinya dengan memperkirakan RBNZ akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli sebelum kembali menaikkannya secara bertahap mulai September. Sementara itu, prospek kebijakan Federal Reserve yang masih cenderung ketat menjelang rilis data tenaga kerja AS terus menopang penguatan Dolar AS dan membatasi ruang kenaikan NZDUSD. Support NZDUSD berada di area 0,5645, sementara resistance di area 0,5695.
USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 162,62, melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung selama tiga sesi berturut-turut dan mencetak level tertinggi dalam beberapa dekade. Penguatan ini terjadi meskipun otoritas Jepang kembali menyampaikan peringatan mengenai potensi intervensi di pasar valuta asing apabila pelemahan Yen dinilai berlebihan. Namun, pernyataan tersebut belum mampu memberikan dukungan berarti bagi mata uang Jepang karena perbedaan suku bunga dengan Amerika Serikat masih sangat lebar.
Di sisi lain, Dolar AS tetap didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat setelah data JOLTS menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih solid. Ketidakpastian hubungan antara AS dan Iran juga meningkatkan permintaan terhadap aset berbasis Dolar AS. Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh serta rilis data ADP Employment, ISM Manufacturing PMI, dan Nonfarm Payrolls (NFP) yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan USDJPY dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 161,90, sementara resistance di area 163,00.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,8091 setelah berhasil pulih dari pelemahan pada sesi sebelumnya. Penguatan ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap Dolar AS masih terjaga meskipun sebelumnya sempat tertekan oleh arus transaksi akhir bulan dan meningkatnya selera risiko di pasar global. Secara teknikal, pergerakan pasangan ini juga mengindikasikan bahwa tren naik masih tetap bertahan, dengan pelaku pasar kembali membangun posisi beli.
Dari sisi indikator teknikal, Relative Strength Index (RSI) masih berada di atas level netral 50 dan mendekati area jenuh beli, menandakan momentum bullish masih mendominasi. Selama USDCHF mampu bertahan di atas area psikologis 0,8100, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level tertinggi tahun ini tetap terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat, area support terdekat diperkirakan akan menjadi titik penting yang menentukan arah pergerakan berikutnya. Support USDCHF berada di area 0,8042, sementara resistance di area 0,8100.
USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,4217 setelah Dolar AS kembali memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe-haven. Sentimen tersebut dipicu oleh ketidakpastian proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, setelah Iran menolak melakukan pertemuan langsung dengan delegasi AS. Kondisi ini membuat kekhawatiran geopolitik tetap tinggi dan mendorong investor beralih ke aset berbasis Dolar AS.
Selain faktor geopolitik, penguatan USD juga ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada September setelah mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Juni. Di sisi lain, Dolar Kanada mendapat tekanan akibat pelemahan harga minyak mentah, seiring harapan bahwa upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi. Kombinasi penguatan Dolar AS dan melemahnya harga minyak menjadi faktor utama yang menopang kenaikan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,4185, sementara resistance di area 1,4255.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:00pm | EU | Inflation Rate YoY Flash |
| 0.2% | 0.1% |
5:15pm | EU | ECH Lane Speech |
|
|
|
7:15pm | US | ADP Employment Change Jun |
| 105.0K | 122K |
8:00pm | CA | BoC Gov Macklem Speech |
|
|
|
8:00pm | EU | ECB President Lagarde Speech |
|
|
|
8:00pm | GB | BoE Gov Bailey Speech |
|
|
|
8:00pm | US | Fed Chaid Warsh Speech |
|
|
|