Home
>
News
>
Publication
>
Gangguan Produksi Menyebabkan Minyak Bergerak Datar
Gangguan Produksi Menyebabkan Minyak Bergerak Datar
Wednesday, 07 June 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0693

0.05%

GBPUSD

1.2423

0.05%

AUDUSD

0.6671

0.12%

NZDUSD

0.6070

0.03%

USDJPY

139.63

-0.20%

USDCHF

0.9076

-0.02%

USDCAD

1.3404

-0.03%

GOLDUD

1962.99

0.16%

COFU 

71.58

0.00%

USD/IDR

14850

0.13%

Fokus Crude Oil : 

  1. OPEC dan sekutunya termasuk Rusia untuk membatasi pasokan hingga 2024.
  2. Dirilisnya data API yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Rabu, 7 Juni 2023 - Pergerakan harga minyak mentah bergerak datar pada pagi ini ke level $71.56 per barel akibat kekhawatiran perlambatan permintaan akibat pertumbuhan ekonomi global yang kemungkinan melambat dan pemotongan produksi Arab Saudi pada bulan Juli yang terbesar dalam beberapa tahun di tengah  kesepakatan yang lebih luas oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia untuk membatasi pasokan hingga 2024. 

Pada perdagangan kemarin terdapat hasil yang mengejutkan pada data persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang lebih rendah sebesar -1,7M dibanding sebelumnya 5,2M dan perkiraan pasar sebesar 1,5M. Selain itu  kesiapan produsen minyak global untuk pengurangan produksi lebih lanjut dapat mendukung kinerja minyak mentah. 

Administrasi Informasi Energi (EIA) memproyeksikan produksi minyak mentah AS akan meningkat dari 11,9 juta barel per hari pada 2022 menjadi 12,6 juta barel per hari pada 2023 dan 12,8 juta barel per hari pada 2024. EIA juga memproyeksikan permintaan minyak bumi AS akan meningkat dari 20,3 juta bph pada tahun 2022 menjadi 20,4 juta bph pada tahun 2023 dan 20,7 juta bph pada tahun 2024. 

Disisi lain, nada hawkish para pejabat The Fed sebelumnya dengan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat memperlambat ekonomi dan mengurangi permintaan minyak. Serta saat ini pasar sedang menunggu data dari AS dan China yang dapat memberikan indikasi permintaan baru di dua konsumen minyak terbesar dunia. China, konsumen minyak terbesar kedua, akan merilis data perdagangan Mei pada hari Rabu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72.43 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70.89 per barel.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30

USD - API Crude Oil Stock Change (JUN/02)

-1710M

1.500M

5.202M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788