Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Masih Melemah, Sentimen Perang Terus Berlanjut
EURUSD Masih Melemah, Sentimen Perang Terus Berlanjut
Monday, 11 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0933

-0.15%

GBPUSD

1.3039

-0.07%

AUDUSD

0.7434

-0.03%

NZDUSD

0.6842

-0.30%

USDJPY

124.05

-0.06%

USDCHF

0.9302

0.01%

USDCAD

1.257

0.00%

GOLDUD

1945.0

0.01%

USD/IDR

14365

0.08%

Fokus EURUSD:

  1. EURUSD turun ke level 1.0800
  2. Pelaku pasar masih menyerap rencana The Fed untuk menaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif

Senin, 11 April 2022 - Pasangan mata uang EURUSD bergerak turun ke zona 1.0800. Perlemahan ini akibat dari penguatan mata uang USD dan ketegangan geopolitik akibat pasukan Rusia menggempur sasaran di Ukraina timur dengan rudal dan artileri pada hari Minggu kemarin.

Perkembangan geopolitik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina kembali memanas. Dalam berita yang beredar, pasukan militer Rusia kembali menyerang Ukraina dengan rudal di stasiun Kramatorsk Ukraina, korban tewas dikabarkan mencapai 57 orang. Pihak Rusia juga dikabarkan menyerang wilayah Ukraina lain yakni Kharkiv. Kharkiv merupakan kota terbesar kedua di Ukraina, pasukan Rusia masih menggempur wilayah tersebut dengan korban jiwa sebanyak 10 orang dan 11 lainnya terluka. Pelaku pasar juga masih melihat sanksi ekonomi yang diberikan Eropa terhadap tindakan yang dilakukan Rusia, Sanksi tersebut dapat mempengaruhi kondisi perekonomian Eropa karena Eropa bergantung akan impor dari Rusia.

Dari sisi USD, Indeks dolar AS mencapai ke zona 100 untuk pertama kalinya sejak 2 tahun lalu terdorong oleh rencana The Fed untuk menaikan tingkat suku bunga lebih agresif pada pertemuan berikutnya dibulan Mei untuk menekan tingkat inflasi AS yang tinggi, rencana ini diserap oleh pelaku pasar sehingga imbal hasil Treasury AS mencapai angka tertinggi sebesar 2,7%, angka ini menjadi tertinggi sejak 3 tahun lalu, dengan tingkat suku bunga yang tinggi pelaku pasar memilih untuk berinvestasi pada produk keuangan dengan imbal hasil yang lebih baik.

Harga relatif menurun pada pasangan mata uang EURUSD. Support terdekat di areal 1.0860 dan resistance terdekat di areal 1.0970 Support terjauhnya berada di areal 1.0791 hingga ke areal 1.0700 Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal 1.1029 hingga ke areal 1.1093.

GBPUSD – Penguatan USD berdampak akan mata uang ini, sehingga pergerakan GBPUSD melemah akibat pelaku pasar masih menyerap isu The Fed untuk menaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif menjadi 50 basis poin. Kenaikan GBP dibatasi oleh ekspektasi BoE yang berencana untuk lebih dovish pada pertemuan mendatang. Support terdekatnya berada di areal 1.2951 dan resistance terdekatnya berada di areal 1.3103.

AUDUSD – Pelaku pasar masih melihat pergerakan PBOC. Biro statistik nasional China melaporkan indeks harga konsumen tahunan sebesar 1,5% lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya, sementara Indeks harga produsen sebesar 8,8%. Angka ini dinilai membatasi pergerakan PBOC untuk melonggarkan kebijakan moneter. Australia sebagai eksportir utama ke China memiliki hubungan positif akan kebijakan PB0C. Support terdekatnya berada di areal 0.7411 dan resistance terdekatnya berada di areal 0.7484

NZDUSD – Pergerakan mata uang ini sejalan dengan mata uang AUDUSD yang melemah, pergerakan melemah akibat dari penguatan mata uang USD yang terdorong oleh rencana The Fed menaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif. Support terdekatnya berada di areal 0.6782 dan resistance terdekatnya berada di areal 0.6858

USDJPY – Masih menyerap isu dari AS dengan harapan pasar atas the Fed akan bergerak lebih agresif pada tahun ini dan hal tersebut terus memberikan dorongan pada kinerja USD. Di awal pekan ini, USDJPY bergerak di atas zona support 123.800, sementara resistance 125.500.

USDCHF – Serupa dan konsisten dengan pergerakan USD yang menyerap harapan keagresifan tahun ini, pergerakan USDDCHF juga berada dalam tren naik. Support terdekatnya berada di areal 0.92940 sementara resistancenya di areal 0.94200.

USDCAD – Pergerakan USDCAD masih bergerak menyerap pergerakan USD yang naik atas harapan pasar terhadap the Fed yang bisa saja menaikan suku bunga sebesar 50 bp pada satu kali pertemuan, serta dari harga minyak yang kembali tertekan di bawah zona $100/barel akibat sejumlah negara yang mulai mengeluarkan cadangan minyak mentahnya dan hal tersebut memberikan tekanan pada nilai CAD. Support terdekatnya berada di areal 1.25400 sementara untuk resistancenya berada di areal 1.26600.

Data Ekonomi Hari Ini

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

FOMC Member Bowman Speak

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788