Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Bergerak Datar, Sentimen Geopolitik Batasi Penguatan Euro
EURUSD Bergerak Datar, Sentimen Geopolitik Batasi Penguatan Euro
Monday, 29 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1389

-0.01%

GBPUSD

1.3198

0.02%

AUDUSD

0.6884

0.03%

NZDUSD

0.5633

0.12%

USDJPY

161.70

0.04%

USDCHF

0.8099

-0.01%

USDCAD

1.4201

-0.08%

GOLDUD

4075.86

-0.41%

USD/IDR

17,957

0.00%

Fokus:

  1. Perkembangan perundingan Amerika Serikat–Iran dan dampaknya terhadap sentimen pasar global.
  2. Ekspektasi kebijakan moneter ECB, termasuk peluang kenaikan suku bunga pada September.



EURUSD
Senin, 29 Juni 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di kisaran 1,1388 pada perdagangan sesi Asia setelah sebelumnya mencatat kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Meski masih bertahan di dekat level tertinggi jangka pendek, laju penguatan Euro mulai terbatas karena pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menantikan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk tetap mempertimbangkan aset safe haven seperti Dolar AS apabila ketegangan kembali meningkat.

Perhatian pasar masih tertuju pada hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara dilaporkan sepakat untuk menghentikan sementara eskalasi konflik serta melanjutkan pembahasan mengenai isu Selat Hormuz dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Qatar. Langkah diplomatik ini memberikan sedikit optimisme terhadap sentimen pasar, meskipun investor masih menunggu hasil perundingan tersebut karena setiap perubahan situasi berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang utama.

Dari kawasan Eropa, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) juga menjadi perhatian investor. Penurunan harga energi telah membantu meredakan tekanan inflasi dalam jangka pendek, namun sebagian pelaku pasar masih memperkirakan ECB belum sepenuhnya mengakhiri siklus pengetatan kebijakannya. Kondisi tersebut menjaga prospek Euro tetap stabil meskipun ruang penguatannya masih terbatas.

Sementara itu, analis Commerzbank memperkirakan ECB masih berpotensi menaikkan suku bunga satu kali lagi pada bulan September. Menurut mereka, inflasi inti diperkirakan tetap berada di sekitar 3% hingga akhir tahun karena pelaku usaha secara bertahap masih meneruskan kenaikan biaya operasional kepada konsumen. Selama ekspektasi tersebut bertahan, pergerakan EURUSD diperkirakan cenderung bergerak dalam kisaran terbatas sambil menunggu katalis baru dari perkembangan geopolitik maupun data ekonomi. Support EURUSD berada di area 1.1355, sementara resistance di area 1.1420.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3200 setelah kehilangan sebagian penguatannya pada awal pekan. Meskipun sempat dibuka dengan celah kenaikan (gap bullish), Pound Sterling kemudian tertekan oleh meningkatnya minat investor terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Sentimen tersebut dipicu oleh kehati-hatian pasar dalam mencermati perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang masih menjadi faktor utama dalam membentuk selera risiko global meskipun kedua negara telah sepakat melanjutkan dialog terkait Selat Hormuz.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada dinamika politik di Inggris. Setelah pengunduran diri Keir Starmer dari jabatan pemimpin Partai Buruh, Andy Burnham muncul sebagai kandidat terkuat untuk memimpin partai sekaligus berpotensi menjadi Perdana Menteri dalam waktu dekat. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintahan baru turut membatasi ruang penguatan Pound Sterling sehingga pergerakan GBPUSD diperkirakan masih cenderung bergerak terbatas sambil menunggu perkembangan politik domestik dan hasil perundingan AS-Iran. Support GBPUSD berada di area 1.3165, sementara resistance di area 1.3245.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0,6886 pada sesi Asia dan bergerak relatif stabil setelah mengalami tekanan dalam beberapa perdagangan sebelumnya. Pergerakan Dolar Australia masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus menjadi perhatian pelaku pasar. Meskipun terdapat upaya perundingan untuk meredakan konflik, investor masih cenderung berhati-hati sehingga permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven tetap membatasi ruang penguatan AUDUSD.

Di sisi lain, pelemahan Dolar Australia masih tertahan oleh kondisi fundamental domestik yang cukup baik. Data ketenagakerjaan Australia yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran memberikan dukungan terhadap ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) belum akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya. Pasar juga menantikan risalah rapat RBA serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan moneter kedua bank sentral. Selama belum ada katalis baru, AUDUSD diperkirakan bergerak dalam kisaran terbatas. Support AUDUSD berada di area 0.6860, sementara resistance di area 0.6915.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0,5640 pada hari senin dan masih bergerak dalam tekanan bearish setelah mengalami pelemahan beruntun sejak pertengahan Juni. Dolar Selandia Baru belum mampu keluar dari tekanan jual karena pelaku pasar masih cenderung berhati-hati terhadap prospek ekonomi global serta meningkatnya minat terhadap Dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik. Secara teknikal, pergerakan harga juga masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah, yang mengindikasikan tren pelemahan masih mendominasi.

Meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) telah memasuki area jenuh jual (oversold), belum terdapat sinyal yang kuat bahwa NZDUSD akan berbalik arah dalam waktu dekat. Selama harga masih bergerak di dalam pola descending channel, tekanan turun diperkirakan tetap berlanjut dengan peluang menguji area support berikutnya. Di sisi lain, apabila terjadi pemantulan teknikal, penguatan diperkirakan masih akan menghadapi hambatan pada area resistance terdekat sebelum mampu mengubah kecenderungan tren menjadi lebih positif. Support NZDUSD berada di area 0.5620, sementara resistance di area 0.5675.

USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 161,77 pada sesi Asia, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS di tengah kehati-hatian investor terhadap perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Meskipun kedua negara dikabarkan akan melanjutkan perundingan di Qatar setelah menyepakati penghentian sementara aksi saling serang, pasar masih menilai risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda. Di sisi lain, penguatan USDJPY diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan Yen berlanjut.

Selain sentimen geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan moneter Jepang dan Amerika Serikat. Otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapannya mengambil langkah yang diperlukan untuk meredam pergerakan nilai tukar yang berlebihan, sementara Bank of Japan masih membuka peluang penyesuaian suku bunga apabila tekanan inflasi meningkat. Di sisi lain, pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada pekan ini, yang diperkirakan akan menjadi acuan penting dalam menentukan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve. Support USDJPY berada di area 161.30, sementara resistance di area 162.20.

USDCHF - Pasangan mata uang ini dibuka menguat di kisaran 0,8098 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu, namun masih bergerak dalam kecenderungan melemah seiring terbatasnya permintaan terhadap Dolar AS. Meskipun demikian, prospek mata uang AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah ketahanan ekonomi Amerika Serikat. Sejumlah pelaku pasar juga masih menilai Dolar AS memiliki peluang menguat apabila data ekonomi yang akan dirilis pekan ini, terutama laporan ketenagakerjaan, menunjukkan hasil yang solid.

Di sisi lain, sentimen terhadap Franc Swiss tetap cukup kuat sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Meski demikian, sejumlah analis masih melihat potensi penguatan Dolar AS dalam jangka menengah, didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve yang dapat memperlebar selisih imbal hasil dengan negara lain. Kondisi tersebut diperkirakan dapat membatasi pelemahan USDCHF meskipun pergerakannya masih cenderung berada dalam fase konsolidasi. Support USDCHF berada di area 0.8070, sementara resistance di area 0.8135.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di kisaran 1,4190 dan melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh berkurangnya permintaan terhadap Dolar AS setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan aksi saling serang menjelang dimulainya kembali perundingan damai di Doha. Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati karena perkembangan situasi di Timur Tengah tetap berpotensi memengaruhi sentimen global.

Investor juga mencermati perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran yang dijadwalkan berlangsung di Qatar. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk meredakan konflik yang sebelumnya sempat memanas akibat insiden serangan terhadap kapal kargo di kawasan Teluk. Selama belum ada kepastian mengenai hasil pembicaraan tersebut, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perubahan persepsi investor terhadap aset berisiko dan aset safe haven.

Di sisi lain, ruang pelemahan Dolar AS masih berpotensi terbatas karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Pelaku pasar kini menantikan rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed. Sementara itu, Dolar Kanada juga menghadapi tekanan akibat penurunan harga minyak mentah. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia, melemahnya harga minyak berpotensi mengurangi dukungan terhadap mata uang Kanada. Support USDCAD bergerak di area 1.4150, sementara resistance di area 1.4235.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JP

Retail Sales YoY May

5.3%

2.5%

2.8%

12:00pm

JP

Housing Starts YoY

 

30.0%

11.4%

12:00pm

GB

BoE Pill Speech

 

 

 

4:00pm

EU

Economic Statement

 

94.5

93.5

6:30pm

AU

RBA Kent Speech

 

 

 

9:30pm

US

Dallas Fed Manufacturing Index

 

2

0.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788