Home
>
News
>
Publication
>
EUR/USD Melemah di Tengah Ketegangan AS–Iran dan Permintaan Safe Haven Dolar
EUR/USD Melemah di Tengah Ketegangan AS–Iran dan Permintaan Safe Haven Dolar
Tuesday, 10 March 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1615

0.26%

GBPUSD

1.3426

0.16%

AUDUSD

0.7061

0.30%

NZDUSD

0.5918

0.35%

USDJPY

157.95

-0.27%

USDCHF

0.7781

-0.21%

USDCAD

1.3600

-0.21%

GOLDUD

5128.80

0.78%

USD/IDR

16,965

0.00%

Fokus EURUSD:

  • Eskalasi konflik AS–Iran meningkatkan ketidakpastian geopolitik global.
  • Permintaan safe haven terhadap dolar AS meningkat, menekan pergerakan euro.

Selasa, 10 Maret 2026 – EURUSD dibuka di 1.1615 pada awal perdagangan hari ini. Pasangan EUR/USD cenderung melemah dan diperdagangkan di sekitar level 1.1620 pada sesi Asia seiring penguatan dolar AS yang kembali didukung oleh meningkatnya sentimen kehati-hatian di pasar global. Permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven meningkat di tengah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Ketegangan meningkat setelah Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa Iran akan menentukan kapan perang berakhir, bukan Amerika Serikat. IRGC juga memperingatkan bahwa jika serangan dari Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Iran berpotensi memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya berencana memberikan pengecualian terhadap sanksi terkait minyak Iran serta mempertimbangkan pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Trump juga memprediksi bahwa konflik dengan Iran dapat segera berakhir, meskipun ketidakpastian mengenai perkembangan konflik tersebut masih membayangi pasar.

Ketidakpastian yang masih tinggi antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS dan memberikan tekanan terhadap pasangan EUR/USD. Selain itu, Eropa yang merupakan importir energi bersih dalam jumlah besar berpotensi menghadapi dampak dari kenaikan harga minyak global. Lonjakan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan, sehingga meningkatkan risiko stagflasi.

Seiring perkembangan tersebut, pasar mulai menilai bahwa European Central Bank (ECB) berpotensi menaikkan suku bunga hingga dua kali masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini, berbeda dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan suku bunga akan tetap stabil hingga 2026. Meskipun demikian, sentimen penguatan dolar AS akibat faktor geopolitik masih menjadi tekanan utama bagi euro dalam jangka pendek. Secara teknikal, support terdekat berada di 1.1600 sementara resistance berada di 1.1700.

GBPUSD – dibuka di 1.3426 pada awal sesi perdagangan. Pergerakan GBP/USD masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter Bank of England. Investor saat ini masih menilai prospek pertumbuhan ekonomi Inggris yang menunjukkan perbaikan secara bertahap, meskipun sejumlah risiko eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Di sisi lain, pergerakan dolar AS juga tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasangan mata uang ini, terutama setelah sejumlah data ekonomi AS memberikan sinyal beragam mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi. Secara teknikal, GBP/USD memiliki support terdekat di 1.3400 dan resistance di 1.3500.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7061 pada awal perdagangan hari ini. Pergerakan AUD/USD cenderung menguat terbatas setelah rilis data inflasi terbaru dari China yang menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi. Data Consumer Price Index (CPI) China tercatat naik 1,3% secara tahunan pada Februari, meningkat tajam dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari dan menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Angka tersebut juga melampaui ekspektasi pasar sehingga membantu meningkatkan sentimen terhadap dolar Australia, yang sering dianggap sebagai indikator tidak langsung terhadap momentum ekonomi China mengingat kuatnya hubungan perdagangan antara kedua negara. Selain itu, data Producer Price Index (PPI) China juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan sebesar 0,9% secara tahunan, lebih baik dibandingkan penurunan 1,4% pada bulan sebelumnya dan juga lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 1,1%. Perkembangan ini mengindikasikan adanya stabilisasi pada harga produsen di sektor manufaktur China, yang turut memberikan dukungan tambahan bagi mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia. Secara teknikal, support terdekat berada di 0.7030 sementara resistance berada di 0.7120.

NZDUSD – Dolar Selandia Baru dibuka di 0.5918 pada awal perdagangan. Pergerakan NZD/USD menunjukkan kecenderungan stabil seiring pelaku pasar masih menilai prospek ekonomi kawasan Asia-Pasifik yang menjadi salah satu faktor utama bagi perekonomian Selandia Baru. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand juga menjadi perhatian investor, terutama terkait arah suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Pergerakan dolar AS yang masih dipengaruhi oleh dinamika data ekonomi serta sentimen global turut memberikan dampak terhadap arah NZD/USD. Dari sisi teknikal, support terdekat berada di 0.5900 sementara resistance berada di 0.5975.

USDJPY – dibuka di 157.95 pada awal perdagangan hari ini. Pasangan mata uang ini sempat menguat mendekati area 158.00 pada sesi Asia, namun kemudian berbalik melemah dan diperdagangkan kembali di sekitar pertengahan level 157.00. Pelemahan ini terjadi setelah revisi naik terhadap data pertumbuhan ekonomi Jepang yang memberikan dukungan terhadap yen. Kantor Kabinet Jepang melaporkan bahwa ekonomi Jepang pada kuartal keempat 2025 tumbuh 1,3% secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi awal yang hanya menunjukkan kenaikan 0,2%. Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi juga direvisi naik menjadi 0,3% dari perkiraan awal sebesar 0,1%. Data tersebut memberikan sentimen positif bagi yen Jepang sekaligus memicu aksi jual pada pasangan USD/JPY. Selain itu, spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi untuk menahan pelemahan yen juga turut membatasi penguatan USD/JPY. Secara teknikal, support terdekat berada di 156.90 sementara resistance berada di 158.20.

USDCAD – dibuka di 1.3600 pada awal perdagangan. Pergerakan pasangan USD/CAD dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia yang memiliki hubungan erat dengan nilai tukar dolar Kanada, mengingat Kanada merupakan salah satu negara pengekspor energi utama. Kenaikan harga minyak biasanya memberikan dukungan bagi dolar Kanada, sementara penguatan dolar AS yang didorong oleh sentimen global dan pergerakan imbal hasil obligasi dapat memberikan tekanan terhadap pasangan ini. Investor juga mencermati perkembangan data ekonomi Kanada serta kebijakan moneter Bank of Canada yang dapat mempengaruhi arah pergerakan mata uang tersebut. Dari sisi teknikal, support terdekat berada di 1.3550 dan resistance di 1.3630. 

USDCHF – dibuka di 0.77768 pada awal perdagangan. Pergerakan pasangan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor safe haven, di mana baik dolar AS maupun franc Swiss sering menjadi pilihan investor ketika ketidakpastian global meningkat. Franc Swiss tetap mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung nilai, sementara dolar AS masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang relatif ketat. Investor juga mencermati sikap Swiss National Bank yang beberapa kali menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar franc. Secara teknikal, support terdekat berada di 0.7750 sementara resistance berada di 0.7830.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

USD

President Trump Speaks

6:30am

AUD

Westpac Consumer Sentiment

1.2%

-2.6%

6:50am

JPY

Household Spending y/y

-1.0%

2.4%

-2.6%

6:50am

JPY

Final GDP Price Index y/y

3.4%

3.4%

3.4%

6:50am

JPY

Final GDP q/q

0.3%

0.3%

0.1%

Tentative

CNY

Trade Balance

1250B

809B

Tentative

CNY

USD-Denominated Trade Balance

177.4B

114.1B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788