| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13110 | -0.04% |
GBPUSD | 1.35990 | -0.11% |
AUDUSD | 0.71880 | 0.10% |
NZDUSD | 0.66990 | 0.09% |
USDJPY | 114.720 | -0.03% |
USDCHF | 0.91570 | 0.02% |
USDCAD | 1.27480 | 0.08% |
GOLDUD | 1905.600 | 0.19% |
COFU | 91.32 | 1.80% |
USD/IDR | 14330 | 0.14% |
Selasa, 22 Februari 2022 - Harga minyak pagi ini bergerak bullish didukung oleh tanda-tanda awal dimulainya invasi Rusia ke Ukraina yang meningkatkan kekhawatiran akan kondisi geopolitik di wilayah Eropa timur. Selain itu, proyeksi positif dari Vitol Grup serta beberapa perbankan besar dunia turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.
Krisis Eropa timur yang kian memanas dan berpotensi memicu perang besar semakin nyata pasca Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin memerintahkan pasukannya ke dua wilayah di Ukraina timur yang diakui oleh Putin sebagai wilayah merdeka, yakni Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk. Putin menyebut aksi pengerahan pasukan tersebut sebagai operasi penjaga perdamaian ke wilayah itu. AS dan Eropa mengecam tindakan Rusia tersebut dan menegaskan akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia.
Turut mendukung pasar minyak, Chief Executive Officer Vitol Group Russell Hardy pada hari Senin mengatakan bahwa harga minyak di atas $100 per barel berpotensi untuk bertahan selama enam hingga sembilan bulan ke depan. Grup pedagang minyak independen terbesar dunia itu juga menambahkan bahwa konsumsi harian akan naik jauh di atas level sebelum pandemi pada akhir 2022, jika aktifitas perjalanan terus kembali normal. Senada dengan pernyataan Vitol Group, bank-bank besar Wall Street, termasuk Goldman Sachs, Bank of America, JP Morgan, dan Morgan Stanley, memperkirakan harga akan mencapai $100 per barel segera tahun ini. Beberapa analis bahkan memperkirakan harga yang lebih tinggi, hingga mencapai $150 per barel.
Sementara itu, kian menguatnya sinyal Iran untuk kembali memasok minyak ke pasar dalam skala penuh membatasi pergerakan harga minyak. Juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan "kemajuan signifikan" telah dibuat dalam pembicaraan pada hari Senin. Dua sumber lain yang mengetahui pembicaraan nuklir di Wina tersebut mengatakan bahwa beberapa masalah teknis kecil sedang dibahas dan bahwa kesepakatan diharapkan tercapai sebelum akhir minggu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95.05 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $88.05 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
21:00 | USA - House Price Index MoM |
| 1.0% | 1.1% | |
21:45 | USA - Flash Manufacturing PMI |
| 55.9 | 55.5 | |
21:45 | USA - Flash Services PMI |
| 52.9 | 51.2 | |
22:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 109.9 | 113.8 | |