Home
>
News
>
Publication
>
Emas Melemah, Dolar Kuat dan Prospek Suku Bunga Masih Membebani Pasar
Emas Melemah, Dolar Kuat dan Prospek Suku Bunga Masih Membebani Pasar
Friday, 26 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1371

-0.06%

GBPUSD

1.3200

-0.03%

AUDUSD

0.6911

-0.17%

NZDUSD

0.5648

-0.07%

USDJPY

161.79

0.02%

USDCHF

0.8099

0.05%

USDCAD

1.4202

-0.05%

GOLDUD

4030.09

-0.20%

USD/IDR

17,937

0.00%

Fokus Utama:

  1. Penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang tetap hawkish
  2. Respons pasar terhadap data inflasi PCE AS dan implikasinya terhadap prospek suku bunga

Jumat, 26 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.026 per troy ons pada perdagangan pagi dibayangi penguatan dolar AS serta ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Indeks dolar AS (DXY) bertahan di dekat level tertinggi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap berada pada level yang relatif tinggi, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar melanjutkan aksi jual dan membatasi ruang pemulihan harga emas.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS yang menunjukkan inflasi tahunan sebesar 4,1% (yoy) pada Mei 2026.Tidak adanya kejutan pada data inflasi membuat dolar AS yang sebelumnya menguat berbalik melemah tipis, disertai penurunan terbatas pada imbal hasil US Treasury, sehingga memberikan dukungan sementara bagi harga emas. Meski demikian, sikap hawkish The Fed pasca pertemuan kebijakan pekan lalu masih menjadi faktor dominan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 berada di kisaran 80%. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan masih berada di sekitar 64%.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rangkaian data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis pada pekan depan, terutama ISM Manufacturing PMI, JOLTS Job Openings, laporan tenaga kerja ADP, serta Nonfarm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran untuk memperoleh indikasi terbaru mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.980 hingga $3.934, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.058 hingga $4.090. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.856, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.168.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:40am

USD

Fed Williams Speech

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788