Home
>
News
>
Publication
>
Emas Hitam Meningkat Seiring Pemotongan OPEC
Emas Hitam Meningkat Seiring Pemotongan OPEC
Wednesday, 05 April 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0951

0.06%

GBPUSD

1.2500

0.08%

AUDUSD

0.6751

0.16%

NZDUSD

0.6304

0.89%

USDJPY

131.69

-0.07%

USDCHF

0.9056

-0.09%

USDCAD

1.3440

-0.06%

GOLDUD

2020.07

0.20%

COFU 

81.01

0.19%

USD/IDR

14900

0.30%

Fokus Crude Oil:

  • Pasar masih dibayangi pemangkasan produksi OPEC+.
  • American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS menurun.

***************************************************************

Rabu, 5 April 2023 – Pergerakan Harga minyak mentah melayang lebih tinggi ke level $81.01 per barel, masih dibayangi oleh target terbaru pemangkasan produksi OPEC+ dan rilisnya stok minyak mentah AS oleh stok American Petroleum Institute.

Pada perdagangan sebelumnya, kinerja emas hitam mengalami lonjakan setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, mengumumkan pemangkasan produksi tambahan sekitar 1.66 juta bph yang akan berlaku mulai Mei hingga akhir tahun 2023. Target terbaru dari rencana OPEC+ akan membuat total volume pemotongan oleh grup menjadi 3,66 juta barel per hari, termasuk pemotongan 2 juta barel Oktober lalu, setara dengan sekitar 3,7% dari permintaan global.

Lonjakan harga minyak baru-baru ini telah menambah kekhawatiran tentang biaya yang lebih tinggi terutama mengenai dampak langkah OPEC+ terhadap inflasi dan tindakan The Fed untuk bisnis dan konsumen. Presiden AS Joe Biden mengabaikan langkah OPEC+ dan mengatakan bahwa hal ini tidak seburuk yang Anda pikirkan. Namun, Gubernur Dewan Federal Reserve AS Lisa Cook, serta Menteri Keuangan AS Janet Yellen menandai kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan tantangan terhadap pertumbuhan global.

Turut mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut adalah rilisnya data stok American Petroleum Institute pada hari selasa, dimana stok minyak mentah AS mengalami penurunan sekitar 4,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 31 Maret. Fokus pelaku pasar kedepan terhadap rilisnya data laporan persediaan resmi oleh Administrasi Informasi Energi, bagian statistik dari Departemen Energi AS, dijadwalkan pada hari ini.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83.20 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79.00 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Trade Balance 

-

-68.9B

-68.3B

20:45

US - Final Service PMI 

-

53.8

53.8

21:00

US - ISM Services PMI 

-

54.3

55.1

21:30

US - Crude Oil Inventories

-

-1.6M

-7.5M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788