Home
>
News
>
Publication
>
Emas Hitam Menguat Imbas Rencana Pembatasan Minyak Rusia
Emas Hitam Menguat Imbas Rencana Pembatasan Minyak Rusia
Tuesday, 03 January 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0662

-0.03%

GBPUSD

1.2044

-0.03%

AUDUSD

0.6801

-0.28%

NZDUSD

0.6315

-0.17%

USDJPY

130.84

-0.60%

USDCHF

0.9250

-0.09%

USDCAD

1.3573

0.32%

GOLDUD

1823.8

0.46%

USD/IDR

15589

0.06%

Fokus Crude Oil:

  1. Pihak Rusia melarang pasokan minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari
  2. Pembukaan wilayah China mendorong harapan pemulihan permintaan minyak mentah

***************************************************************

Selasa, 3 Januari 2023 – Pergerakan minyak mentah pada perdagangan pagi ini bergerak naik ke level $80.57 per barel terdorong oleh sentimen larangan pasokan minyak mentah dan produk minyak Rusia serta harapan pulihnya permintaan China akibat pembukaan wilayah

Pada perdagangan lalu, Pembatasan harga minyak Rusia oleh negara-negara G7 dan Uni Eropa dilakukan untuk memperkecil dana yang disalurkan pada kebutuhan senjata dan amunisi dalam perang melawan Ukraina, hal ini memicu Presiden Vladimir Putin untuk melarang pasokan minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari selama lima bulan ke negara-negara yang mematuhi batas tersebut dalam sebuah dekrit, yang juga memasukkan klausul yang memungkinkan Putin membatalkan larangan tersebut dalam kasus-kasus khusus. Minyak mentah Rusia telah dialihkan ke India dan China dari Eropa.

Di China, importir minyak mentah terbesar dunia dan konsumen minyak terbesar kedua, mulai membongkar COVID yang paling ketat di dunia dengan melakukan rencana pembukaan wilayah terlihat beberapa orang di kota-kota utama melawan cuaca dingin dan peningkatan infeksi COVID-19 untuk kembali ke aktivitas reguler, hal ini dapat meningkatkan prospek peningkatan ekonomi dan minyak permintaan karena lebih pulih dari infeksi.

Sentimen negatif yang dapat menekan harga minyak lebih lanjut karena kepala Dana Moneter Internasional memperingatkan tentang tahun 2023 yang lebih karena ekonomi utama mengalami aktivitas yang melemah. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat, Eropa, dan China yang merupakan mesin utama pertumbuhan global memperkirakan semuanya melambat secara bersamaan, membuat tahun 2023 lebih sulit daripada tahun 2022 untuk ekonomi global. Hal ini membuat kekhawatiran pada permintaan minyak kedepan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82.00 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78.00 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USD - Final Manufacturing PMI

-

46.2

46.2

22:00

USD - Construction Spending m/m

-

-0.4%

-0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788