| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0662 | -0.03% |
GBPUSD | 1.2044 | -0.03% |
AUDUSD | 0.6801 | -0.28% |
NZDUSD | 0.6315 | -0.17% |
USDJPY | 130.84 | -0.60% |
USDCHF | 0.9250 | -0.09% |
USDCAD | 1.3573 | 0.32% |
GOLDUD | 1823.8 | 0.46% |
USD/IDR | 15589 | 0.06% |
Selasa, 3 Januari 2023 – Pergerakan minyak mentah pada perdagangan pagi ini bergerak naik ke level $80.57 per barel terdorong oleh sentimen larangan pasokan minyak mentah dan produk minyak Rusia serta harapan pulihnya permintaan China akibat pembukaan wilayah
Pada perdagangan lalu, Pembatasan harga minyak Rusia oleh negara-negara G7 dan Uni Eropa dilakukan untuk memperkecil dana yang disalurkan pada kebutuhan senjata dan amunisi dalam perang melawan Ukraina, hal ini memicu Presiden Vladimir Putin untuk melarang pasokan minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari selama lima bulan ke negara-negara yang mematuhi batas tersebut dalam sebuah dekrit, yang juga memasukkan klausul yang memungkinkan Putin membatalkan larangan tersebut dalam kasus-kasus khusus. Minyak mentah Rusia telah dialihkan ke India dan China dari Eropa.
Di China, importir minyak mentah terbesar dunia dan konsumen minyak terbesar kedua, mulai membongkar COVID yang paling ketat di dunia dengan melakukan rencana pembukaan wilayah terlihat beberapa orang di kota-kota utama melawan cuaca dingin dan peningkatan infeksi COVID-19 untuk kembali ke aktivitas reguler, hal ini dapat meningkatkan prospek peningkatan ekonomi dan minyak permintaan karena lebih pulih dari infeksi.
Sentimen negatif yang dapat menekan harga minyak lebih lanjut karena kepala Dana Moneter Internasional memperingatkan tentang tahun 2023 yang lebih karena ekonomi utama mengalami aktivitas yang melemah. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat, Eropa, dan China yang merupakan mesin utama pertumbuhan global memperkirakan semuanya melambat secara bersamaan, membuat tahun 2023 lebih sulit daripada tahun 2022 untuk ekonomi global. Hal ini membuat kekhawatiran pada permintaan minyak kedepan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82.00 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78.00 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:45 | USD - Final Manufacturing PMI | - | 46.2 | 46.2 | |||||
22:00 | USD - Construction Spending m/m | - | -0.4% | -0.3% | |||||