| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1421 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3257 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6916 | -0.33% |
NZDUSD | 0.5675 | -0.14% |
USDJPY | 162.55 | 0.04% |
USDCHF | 0.8081 | 0.12% |
USDCAD | 1.4197 | 0.14% |
GOLDUD | 4,014.34 | -0.91% |
COFU | 69.98 | -0.20% |
USD/IDR | 17,957 | 0.00% |
Rabu, 01 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari peningkatan ekspor minyak UEA yang mencapai rekor tertinggi yang pernah tercatat, dan potensi perang dagang baru antara AS dengan China. Meski demikian, sinyal eskalasi tensi antara AS dengan Iran, dan rilisnya laporan stok API menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Ekspor minyak mentah dan kondensat dari UEA rata-rata mencapai sekitar 3,7 juta bph pada bulan Juni, level tertinggi yang pernah tercatat, kata analis minyak senior Kpler, Johannes Rauball, pada hari Selasa. Sebelum konflik Timur Tengah, dan juga sebelum resmi keluar dari aliansi OPEC, ekspor UEA rata-rata berkisar di atas 3,1 juta hingga 3,3 juta bph, tambah Rauball. Berita tersebut mengisyaratkan potensi peningkatan pasokan di pasar global, terlebih setelah dibukanya kembali jalur Selat Hormuz dan ancaman Irak untuk menyusul langkah UEA untuk keluar dari aliansi.
Turut membebani harga, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) sedang menyusun larangan impor inverter buatan China, yang digunakan untuk menghubungkan proyek tenaga surya dan baterai ke jaringan listrik, karena kekhawatiran dapat digunakan untuk mengganggu pasokan listrik AS, menurut lima orang yang mengetahui masalah tersebut. Larangan impor itu akan berlaku untuk model inverter baru dan dapat diterbitkan paling cepat tahun ini, tambah sumber tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan mengarah pada perang dagang baru antara dua negara raksasa ekonomi dunia itu.
Sementara itu, kepala tim negosiasi Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Selasa malam menegaskan bahwa tidak akan ada pembicaraan sampai Washington mematuhi ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU). Ghalibaf menambahkan bahwa jalur Selat Hormuz gratis hanya selama 60 hari, setelah itu akan dikenakan biaya tol, dan Teheran siap berperang jika ada pihak lain yang tidak mematuhi MoU. Pernyataan Ghalibaf tersebut mengisyaratkan potensi kembali memanasnya tensi antara AS dengan Iran, yang sekaligus meredupkan harapan pertemuan kedua negara dalam waktu dekat.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 6,07 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 4,1 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 55.7 | 55.1 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 54 | 54.0 |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -4.8M | -6.088M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 2.064M |