| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06050 | 0.18% |
GBPUSD | 1.20760 | 0.28% |
AUDUSD | 0.67050 | 0.42% |
NZDUSD | 0.63000 | 0.02% |
USDJPY | 132.480 | -0.46% |
USDCHF | 0.92660 | -0.17% |
USDCAD | 1.36080 | -0.07% |
GOLDUD | 1,814.100 | 0.00% |
COFU | 78.43 | 0.43% |
USD/IDR | 15,598 | -0.15% |
Kamis, 22 Desember 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bertahan pada tren bullish didukung oleh sejumlah sentimen antara lain penurunan pasokan Rusia, rilisnya laporan EIA, dan potensi penundaan pembukaan kembali jalur pipa utama Keystone. Meski demikian, ancaman lonjakan Covid di China dalam beberapa minggu mendatang, membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Ekspor minyak Rusia dilaporkan mengalami penurunan sebesar 11% selama periode 1 - 20 Desember dibandingkan bulan sebelumnya, kutip surat kabar harian Rusia, Kommersant, pada hari Rabu. Penurunan tersebut merupakan dampak dari pemberlakuan batas harga oleh negara-negara Uni Eropa (UE), G7 dan Australia pada 5 Desember. Rusia sendiri menegaskan akan memberikan tindakan balasan, termasuk larangan penjualan minyak ke perusahaan mana pun yang mematuhi batas harga minyak.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah dalam sepekan merosot turun sebesar 5.89 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Desember, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1.66 juta barel. Persediaan yang merosot tajam serta ditambah dengan gangguan di jalur pipa Keystone sejak hampir dua minggu lalu, telah memicu lonjakan permintaan minyak di pasar AS.
Masih dari AS, TC Energy pada hari Rabu mengatakan telah mengirimkan bagian pipa Keystone yang pecah dan menyebabkan tumpahan minyak pada awal bulan ini, untuk dilakukan pengujian metalurgi sesuai perintah regulator. Berita tersebut mengindikasikan potensi penundaan untuk membuka kembali jalur pipa utama Keystone karena harus menunggu persetujuan lebih lanjut dari regulator, pasca pemeriksaan oleh Pipeline and Hazardous Materials Safety Administration AS. Untuk jalur pipa yang memasok minyak dari Alberta, Kanada, ke kilang di Illinois telah dibuka minggu lalu dengan kapasitas yang dikurangi.
Sementara itu, jumlah kasus kematian akibat Covid di China , tepatnya kota Beijing, berpotensi meningkat tajam dalam beberapa minggu mendatang, ujar Wang Guangfa, spesialis pernapasan dari Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, yang dikutip oleh Reuters pada hari Rabu. Wang juga memperkirakan gelombang Covid di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu akan memuncak pada akhir Januari, lalu akan kembali normal pada akhir Februari atau awal Maret. Perkembangan situasi tersebut membuat beberapa ilmuwan terkemuka dan penasihat WHO menyatakan kekhawatiran bahwa mungkin masih terlalu dini untuk mengumumkan akhir dari darurat pandemi global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ Final |
| 2.9% | -0.6% |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1683K | 1671K |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 222K | 211K |
22:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.4% | -0.8% |