| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18620 | -0.03% |
GBPUSD | 1.38990 | -0.06% |
AUDUSD | 0.73340 | 0.00% |
NZDUSD | 0.69820 | -0.34% |
USDJPY | 109.680 | 0.02% |
USDCHF | 0.90610 | 0.03% |
USDCAD | 1.24800 | 0.08% |
GOLDUD | 1813.890 | -0.23% |
COFR | 1068369 | -1.30% |
USD/IDR | 14455 | 0.03% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 02 Agustus 2021 - Setelah sempat menguat dipicu oleh memanasnya situasi di Timur Tengah, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dibebani oleh kenaikan pasokan minyak dari OPEC serta sentimen negatif pasca dirilisnya data ekonomi China, yang memicu kekhawatiran akan laju pertumbuhan permintaan minyak dari Asia.
Ketegangan maritim di Timur Tengah memanas pasca serangan terhadap sebuah kapal tanker, Mercer Street, yang terhubung dengan seorang miliarder Israel di lepas pantai Oman, Laut Arab. Dalam sebuah pertemuan kabinet pada hari Minggu, AS, Israel dan Inggris sama-sama menuding Iran atas serangan tersebut. Ketegangan yang terjadi di tengah kebuntuan negosiasi nuklir AS dan Iran, semakin menguatkan keyakinan bahwa sanksi AS terhadap Iran tidak akan dicabut dalam waktu dekat, yang sekaligus mengindikasikan bahwa tambahan pasokan barel Iran tidak dapat kembali ke pasar secepat yang diperkirakan sebelumnya.
Sementara itu, pertumbuhan aktivitas pabrik di China pada bulan Juli merosot tajam karena permintaan berkontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, memicu aktivitas tumbuh pada laju paling lambat dalam 17 bulan, ungkap laporan resmi yang dirilis pada hari Sabtu. Laporan itu sekaligus memicu kekhawatiran akan pemulihan ekonomi di Asia di tengah ancaman lonjakan kasus Covid-19 di kawasan tersebut. Potensi penurunan permintaan minyak oleh China juga kian menguat setelah pada bulan lalu pemerintah China mengumumkan akan menjual cadangan minyak strategis-nya ke kilang swasta.
Turut membebani harga minyak, produksi minyak OPEC bulan Juli naik sebesar 60,000 bph menjadi 26.72 juta bph - level tertinggi sejak April 2020 - yang disebabkan karena pelonggaran pemangkasan produksi di bawah pakta dengan sekutunya dan eksportir utama Arab Saudi menghentikan pengurangan pasokan sukarela.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,040,000 - 1,020,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:45 | USA - Markit Manufacturing PMI Final | - | 63.1 | 62.1 | |||||
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI | - | 60.9 | 60.6 | |||||
21:00 | USA - Construction Spending MoM | - | 0.4% | -0.3% | |||||