| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05650 | 0.08% |
GBPUSD | 1.22370 | 0.07% |
AUDUSD | 0.64110 | 0.19% |
NZDUSD | 0.60200 | 0.18% |
USDJPY | 148.540 | -0.04% |
USDCHF | 0.90660 | -0.19% |
USDCAD | 1.35880 | -0.12% |
GOLDUD | 1,860.770 | 0.11% |
COFU | 86.43 | -0.16% |
USD/IDR | 15,670 | 0.00% |
Selasa, 10 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sentimen dari komentar negatif Goldman Sachs, potensi kegagalan pembayaran hutang oleh pengembang properti terbesar di China, serta ditambah dengan potensi tambahan pasokan minyak Venezuela ke pasar minyak global.
Atas serangan Hamas yang terjadi pekan lalu, perusahaan perbankan investasi global terkemuka, Goldman Sachs pada hari Senin melihat bahwa tidak ada dampak terhadap produksi minyak global saat ini, dan kemungkinan besar tidak akan ada dampak besar langsung terhadap keseimbangan pasokan-permintaan jangka pendek dan persediaan minyak jangka pendek, yang cenderung menjadi pendorong fundamental utama harga minyak. Pernyataan Goldman Sachs tersebut meredam kekhawatiran pasar yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi penurunan pasokan dari Iran yang selama ini dikenal menjadi pendukung utama Hamas, yang mendanai dan mempersenjatai kelompok tersebut dan organisasi militan Palestina lainnya.
Turut membebani pergerakan harga minyak, Country Garden Holdings China pada hari Selasa menyatakan bahwa mereka mungkin tidak dapat memenuhi seluruh kewajiban pembayaran luar negerinya ketika jatuh tempo atau dalam masa tenggang yang relevan, karena pengembang properti swasta terbesar di negara tersebut sedang bergulat dengan restrukturisasi utang. Berita tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi di China belum berjalan seperti yang diharapkan, bahkan ada kemungkinanan terjadi perlambatan jika ada tekanan lebih lanjut di sektor properti.
Sentimen negatif lainnya datang dari berita pertemuan antara Venezuela dan AS yang telah mencapai kemajuan dalam perundingan, salah satunya memberikan keringanan sanksi terhadap Caracas dengan mengizinkan setidaknya satu perusahaan minyak asing tambahan mengambil minyak mentah Venezuela untuk pembayaran utang jika Presiden Nicolas Maduro melanjutkan perundingan dengan oposisi di Meksiko, kata lima sumber.
Sementara itu, dalam laporan Outlook Minyak Global 2023 yang dirilis hari Senin, OPEC memperkirakan permintaan akan lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelum pandemi, sehingga untuk perkiraan permintaan minyak dunia untuk jangka menengah dan panjang juga direvisi naik. Permintaan minyak tahun 2045 diperkirakan mencapai sebesar 116 juta bph naik dari perkiraan tahun 2022. Untuk permintaan jangka menengah dari tahun 2007 hingga 2028, masing-masing diperkirakan dapat mencapai 109 juta bph dan 110.2 juta bph dengan alasan permintaan yang kuat tahun ini meskipun ada hambatan ekonomi seperti kenaikan suku bunga. Selain itu, OPEC juga melihat kebutuhan investasi sebesar $14 triliun hingga tahun 2045 nanti, hal ini diperlukan untuk memenuhi permintaan bahkan ketika penggunaan bahan bakar terbarukan dan mobil listrik meningkat dan lebih banyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 91.2 | 91.3 |
20:30 | USA - Fed Bostic Speech |
|
|
|
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM |
| -0.1% | -0.2% |
22:00 | USA - Consumer Inflation Expectations |
| 3.2% | 3.6% |