| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13690 | -0.12% |
GBPUSD | 1.34900 | -0.03% |
AUDUSD | 0.72790 | -0.04% |
NZDUSD | 0.70350 | 0.10% |
USDJPY | 114.230 | 0.09% |
USDCHF | 0.92610 | 0.04% |
USDCAD | 1.25990 | -0.01% |
GOLDUD | 1858.510 | 0.15% |
COFR | 1111718 | 0.68% |
USD/IDR | 14200 | 0.18% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 19 November 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sejumlah sentimen positif antara lain penolakan dari Jepang dan Korea Selatan atas usulan AS untuk melepas cadangan minyak negara, kenaikan ekspor Saudi ke level tertinggi sejak Januari serta proyeksi kehabisan cadangan kapasitas produksi OPEC+ dalam satu tahun kedepan.
Bujukan AS pada negara konsumen minyak terbesar seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan guna melepaskan cadangan minyak negara dalam upaya menurunkan harga minyak dan bahan bakar, mendapat penolakan dari Jepang dan Korea Selatan. Mengutip dari pernyataan yang dilontarkan oleh pejabat kementerian industri Jepang dan pejabat Korea Selatan, kedua negara tersebut sama-sama menekankan bahwa merilis cadangan minyak negara hanya dapat dilakukan apabila terjadi ketidakseimbangan pasokan.
Sementara itu, ekspor minyak mentah Arab Saudi bulan September mencapai 6.516 juta bph atau naik dari bulan Agustus di level 6.450 juta bph. Kenaikan tersebut menadai kenaikan untuk bulan kelima berturut-turut dan sekaligus merupakan level tertinggi sejak Januari, ungkap laporan yang dirilis hari Kamis oleh Joint Organisation Data Initiative (JODI).
Turut mendukung harga minyak, cadangan kapasitas produksi dari negara-negara OPEC+ diproyeksikan akan habis dalam satu tahun ke depan, seiring dengan permintaan yang terus bertambah dan akan segera mencapai level sebelum pandemi, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan konsultan energi Vortexa. Selain itu, Vortexa juga menambahkan bahwa masalah stagnasi atau bahkan penurunan produksi di beberapa negara anggota OPEC+ turut memicu potensi kehabisan kapasitas produksi tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,140,000 - 1,160,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,085,000 - 1,065,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:45 | USA - FOMC Member Waller Speech | - | - | - | |||||