| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09700 | -0.05% |
GBPUSD | 1.24060 | 0.04% |
AUDUSD | 0.66270 | -0.17% |
NZDUSD | 0.61420 | -0.03% |
USDJPY | 133.700 | -0.14% |
USDCHF | 0.89160 | 0.02% |
USDCAD | 1.36260 | 0.04% |
GOLDUD | 1,997.190 | 0.07% |
COFU | 77.08 | 0.38% |
USD/IDR | 14,870 | 0.34% |
Rabu, 26 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau berada pada tren bullish didukung beberapa sentimen positif antara lain kekhawatiran meluasnya perang di Sudan, laporan stok API, dan potensi penerapan sanksi lebih lanjut dari Barat terhadap Rusia.
Kekhawatiran akan meluasnya perang di Sudan makin meningkat pasca pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter (RSF) kembali terjadi pada Selasa malam, setelah kedua belah pihak yang ditengahi oleh PBB menyetujui gencatan senjata selama 72 jam.
Dari sisi pasokan, grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah dan stok bensin dalam sepekan turun masing-masing sebesar 6.08 juta barel dan 1.92 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 April. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA).
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa menandatangani dekrit untuk memberikan kontrol sementara atas aset Rusia dari dua perusahaan energi asing, Uniper SE dan Fortum Oyj Finlandia, ungkap kantor berita terkemuka Rusia, TASS. Melalui dekrit tersebut, saham di kedua entitas tersebut berada di bawah kendali sementara Rosimushchestvo, badan properti pemerintah federal Rusia. Selain itu, TASS juga melaporkan bahwa Rosimushchestvo mengatakan akan lebih banyak aset perusahaan asing yang akan diambil alih sementara oleh Rusia. Situasi tersebut mengisyaratkan potensi peningkatan sanksi lebih lanjut dari negara Barat terhadap Rusia.
Sementara itu, Turki pada hari Selasa mengumumkan akan memberlakukan tarif impor sebesar 130% untuk beberapa impor biji-bijian, termasuk gandum dan jagung, dari Ukraina. Sebelumnya pada pekan lalu, beberapa negara Uni Eropa (UE) mengumumkan larangan impor biji-bijian dari Ukraina guna melindungi sektor pertanian lokal.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.486M | -4.581M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -0.933M | 1.300M |