| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12890 | 0.04% |
GBPUSD | 1.33120 | 0.12% |
AUDUSD | 0.71390 | 0.20% |
NZDUSD | 0.68250 | 0.09% |
USDJPY | 113.520 | 0.16% |
USDCHF | 0.92310 | -0.03% |
USDCAD | 1.27410 | -0.05% |
GOLDUD | 1784.960 | 0.11% |
COFR | 1001572 | 1.10% |
USD/IDR | 14300 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 30 November 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish didukung oleh proyeksi positif dari JPMorgan serta memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, sinyal bahwa OPEC+ akan menahan kenaikan pasokan juga turut mendukung harga minyak. Meski demikian, ancaman varian Omicron berpotensi menghambat permintaan minyak dan membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Dengan adanya penyebaran varian Omicron saat ini yang memicu OPEC+ untuk bersikap lebih hati-hati dalam kebijakan produksinya, JPMorgan pada hari Senin mengatakan bahwa harga minyak diperkirakan akan berpotensi naik sebanyak 100% dari level saat ini. JPMorgan juga menambahkan bahwa minyak jenis Brent dapat mencapai $120 per barel pada tahun 2022, bahkan bisa melampaui $150 per barel pada tahun 2023 nanti.
Memanasnya situasi geopolitik di Timur tengah juga turut mendukung harga minyak. Koalisi pimpinan Saudi pada hari Selasa mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara terhadap target militer Houthi di ibu kota Sanaa, termasuk situs rahasia milik Pengawal Revolusi Iran.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin bahwa varian virus corona Omicron membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi. Meski masih belum jelas seberapa parah varian baru itu dan apakah bisa melawan vaksin yang ada, namun beberapa negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan. Selain itu, beberapa maskapai penerbangan besar seperti Qatar Airways, United Airlines, Delta Air Lines dan Singapore Airlines telah menangguhkan perjalanan dari Afrika Selatan.
Di sisi lain, varian Omicron akan menjadi pertimbangan bagi OPEC+ yang akan bertemu pekan ini untuk membahas kebijakan produksi untuk bulan Januari nanti. Komite teknis OPEC+ telah menunda pertemuan yang awalnya dijadwalkan hari Selasa dengan pertimbangan untuk mendapatkan waktu lebih dalam menilai dampak varian Omicron terhadap permintaan minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,030,000 - 1,050,000 per barel serta kisaran Support di IDR 985,000 - 965,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:45 | USA - Chicago PMI | - | 67.1 | 68.4 | |||||
22:00 | USA - CB Consumer Confidence | - | 110.8 | 113.8 | |||||
22:00 | USA - Fed Chair Powell Testifies | - | - | - | |||||