EURUSD | 1.0749 | -0.14% |
GBPUSD | 1.2570 | -0.01% |
AUDUSD | 0.6740 | -0.04% |
NZDUSD | 0.6106 | -0.10% |
USDJPY | 139.39 | 0.10% |
USDCHF | 0.9037 | 0.06% |
USDCAD | 1.3340 | 0.08% |
GOLDUD | 1960.00 | -0.25% |
COFU | 71.58 | -0.12% |
USD/IDR | 14885 | -0.03% |
Senin, 12 Juni 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $69.38 per barel menjelang pertemuan Federal Reserve karena investor mencoba untuk mengukur selera bank sentral untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan bahan bakar China dan meningkatnya pasokan minyak mentah Rusia membebani pasar.
Biro Statistik China (NBS) melaporkan Neraca Perdagangan utama China pada bulan Mei yang memburuk menjadi $65,81 miliar versus perkiraan $92,0 miliar dan pembacaan sebelumnya $90,21 miliar. Ekspor turun 7,5 persen secara tahunan, Di sisi lain, impor turun 4,5 persen secara tahunan. Hal ini menunjukan ekspor dan impor China pada Mei 2023 yang menurun, sehingga kemungkinan menjadi permintaan yang lemah baik dalam luar negri maupun dalam negeri. Selain itu IHK China secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 0,2%, angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan dibanding sebelumnya 0,1%. Selanjutnya IHP China secara tahunan mengalami kenaikan sebesar -4,6% dibanding sebelumnya -3,6%. Data ekonomi China yang yang mengecewakan menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan sebagai importir minyak terbesar dunia, mengimbangi dorongan harga dari Arab Saudi memotong tambahan 1 juta barel per hari (bpd) dari produksi di bulan Juli.
karena dolar yang menguat jelang pertemuan kebijakan bank sentral AS dan beragam data penting AS. Saat ini pejabat The Fed dalam masa blackout period sebelum pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada 13 - 14, perkirakan peserta pasar bank sentral AS kemungkinan membiarkan suku bunga tidak berubah ketika menyimpulkan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada hari Rabu. Kenaikan suku bunga The Fed telah memperkuat greenback, membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan membebani harga.
Mengenai pasokan, meskipun Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi minyak empat kali dalam satu tahun terakhir, pasokan Rusia telah tertahan karena sanksi direkayasa dengan cara yang tidak terlalu berdampak pada produksi. Ekspor minyak Rusia ke Cina dan India telah tumbuh meskipun penerapan embargo Uni Eropa dan mekanisme batas harga Kelompok Tujuh yang dimulai pada awal Desember 2022. Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak karena pasokan yang lebih tinggi dari perkiraan dari Rusia dan Iran dan menaikkan perkiraan pasokan 2024 untuk kedua produsen dan Venezuela dengan total 800.000 barel per hari.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70.93 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68.03 per barel.
DATA EKONOMI HARIAN
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:00 | USD - Consumer Inflation Expectations | - | - | 4.40% | |||||
22:30 | USD - 3-Year Note Auction | - | - | 3.695% | |||||
22:30 | USD - 6-Month Bill Auction | - | - | 5.25% | |||||