| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.19060 | 0.08% |
GBPUSD | 1.39190 | 0.17% |
AUDUSD | 0.75520 | 0.00% |
NZDUSD | 0.69990 | 0.07% |
USDJPY | 110.190 | 0.01% |
USDCHF | 0.91790 | -0.07% |
USDCAD | 1.23600 | -0.13% |
GOLDUD | 1771.730 | 0.68% |
COFR | 1016688 | -0.81% |
USD/IDR | 14360 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 18 Juni 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 1,008,000 - 1,017,000 per barel. Setelah proyeksi kenaikan suku bunga AS yang membuat dolar meroket dan membatasi permintaan minyak, laporan kasus Covid-19 di Inggris juga turut membebani pasar minyak. Di samping itu, fokus pasar tertuju pada pertemuan mengenai kesepakatan nuklir Iran pekan ini yang dapat mempengaruhi arah pergerakan harga minyak selanjutnya.
Inggris pada hari Kamis melaporkan kenaikan harian tertinggi dalam kasus baru Covid-19 sejak 19 Februari, jumlah infeksi baru naik sebesar 11,007 kasus, dibanding 9,055 kasus pada hari sebelumnya. Selain itu, jumlah kematian baru juga mencapai rekor tertinggi sejak 11 Mei, dilaporkan angka kematian melonjak naik sebesar 19 kematian, dari 9 kematian pada hari sebelumnya. Perkembangan situasi di Inggris tersebut memicu kekhawatiran akan kembali mempengaruhi laju pemulihan permintaan bahan bakar saat ini, khususnya dari benua Eropa.
Turut membebani pasar minyak, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Kamis mengatakan bahwa pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah mendekati kesepakatan, tetapi masalah-masalah penting tetap harus dinegosiasikan. Araghchi juga menambahkan bahwa negosiator akan melanjutkan pembicaraan pada hari Sabtu sesuai yang dijadwalkan, terlepas dari pemilihan 18 Juni di negara itu. Pasar minyak global berpotensi mendapat tambahan pasokan minyak sebesar 1 juta hingga 2 juta bph jika sanksi AS yang menjadi ganjalan dalam proses kesepakatan nuklir tersebut dicabut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,030,000 - 1,050,000 per barel serta kisaran Support di IDR 990,000 - 970,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||