Home
>
News
>
Publication
>
China Pangkas Kuota Impor, Minyak Ikut Terpukul
China Pangkas Kuota Impor, Minyak Ikut Terpukul
Friday, 31 December 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.13220

-0.04%

GBPUSD

1.34940

0.04%

AUDUSD

0.72500

0.06%

NZDUSD

0.68300

-0.03%

USDJPY

115.060

-0.01%

USDCHF

0.91340

0.05%

USDCAD

1.27390

0.05%

GOLDUD

1815.060

0.04%

COFR

1093555

-0.50%

USD/IDR

14265

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. China pangkas kuota impor batch pertama 2022 untuk kilang swasta sebesar 11 persen.
  2. Saudi diperkirakan akan memangkas harga jual minyak untuk pengiriman ke Asia pada bulan Februari.

***************************************************************

Jumat, 31 Desember 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sinyal penurunan permintaan minyak oleh China serta potensi pemangkasan harga jual minyak Saudi ke Asia pada bulan Februari.

China pada hari Kamis mengumumkan akan memangkas kuota impor untuk batch pertama alokasi impor minyak mentah tahun 2022 ke sebagian besar kilang swasta sebesar 11% menjadi 109 juta ton minyak mentah. Keputusan China itu mengindikasikan potensi penurunan permintaan dari negara importir minyak mentah terbesar dunia tersebut pada awal tahun depan.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Arab Saudi diperkirakan akan memangkas harga jual resmi semua grade minyak mentahnya lebih dari $1 untuk pengiriman ke Asia pada bulan Februari nanti, ungkap tujuh pedagang minyak yang dikutip oleh Reuters pada hari Kamis. Adapun untuk keyakinan tersebut datang dari meningkatnya output minyak produsen OPEC+ serta pelepasan cadangan minyak strategis oleh negara konsumen. Selain itu permintaan Asia yang berkontribusi terhadap lebih dari setengah ekspor Saudi, juga diperkirakan akan menurun karena kilang di Asia memasuki jadwal pemeliharaan musiman kuartal kedua. Pengumuman resmi harga jual minyak Aramco biasanya akan dirilis pasca pertemuan rutin OPEC dan sekutunya, dimana untuk pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 4 Januari nanti.

Sementara itu, untuk indikator yang dipantau oleh pelaku pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan hitungan jumlah rig minyak yang akan dirilis akhir pekan ini oleh perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes. Di pekan sebelumnya, Baker Hughes melaporkan kenaikan jumlah rig minyak sebesar 5 rig menjadi 480 rig, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak April 2020.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,105,000 - 1,125,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,070,000 - 1,050,000 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

24hr

USA - New Year's Eve

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788