Home
>
News
>
Publication
>
China Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut, Minyak Ikut Menguat
China Isyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut, Minyak Ikut Menguat
Tuesday, 06 December 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04930

-0.03%

GBPUSD

1.21870

-0.06%

AUDUSD

0.66970

-0.07%

NZDUSD

0.63150

-0.08%

USDJPY

136.760

0.04%

USDCHF

0.94260

0.04%

USDCAD

1.35870

-0.02%

GOLDUD

1,768.800

-0.10%

COFU

77.35

0.52%

USD/IDR

15,405

0.84%

Fokus Crude Oil:

  1. Saudi Aramco pangkas turun harga minyak tujuan Asia bulan Januari ke level terendah 10 bulan.
  2. China kemungkinan akan umumkan 10 langkah pelonggaran baru paling cepat hari Rabu.

***************************************************************

Selasa, 06 Desember 2022 - Setelah ditutup melemah pada perdagangan kemarin dipicu oleh pengumuman harga jual minyak Aramco bulan Januari, pagi ini harga minyak terpantau kembali bergerak menguat didukung oleh beberapa sentimen positif antara lain isyarat pelonggaran pembatasan lebih lanjut di China, penegasan sikap Rusia dan efek pemberlakuan batas harga.

Produsen minyak negara Saudi Aramco pada hari Senin mengumumkan harga jual resmi minyak untuk pengiriman bulan Januari tujuan Asia, dipangkas turun sebesar $2.20 per barel menjadi $3.25 per barel, level terendah dalam 10 bulan. Untuk tujuan Eropa barat laut juga diturunkan sebesar $1.80 per barel, dan tujuan AS tidak berubah dari harga Desember. Harga jual resmi ini biasanya dijadikan referensi bagi produsen minyak asal Timur Tengah lainnya.

Sementara itu, isyarat China untuk melonggarkan pembatasan semakin menguat, menyusul berita bahwa pemerintah China kemungkinan akan mengumumkan 10 langkah pelonggaran baru paling cepat hari Rabu, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin. Pihak otoritas kota Beijing pada hari Selasa resmi mencabut kewajiban penunjukkan hasil tes Covid negatif saat memasuki supermarket dan gedung komersil. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan angka infeksi harian di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu mencapai 28,062 kasus pada 5 Desember, turun dari 30,014 pada sehari sebelumnya.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Rusia menegaskan bahwa batas harga yang diberlakukan oleh Barat tidak akan menghentikan aksi militernya di Ukraina, bahkan langkah tersebut hanya akan memicu destabilisasi pasar energi global, ujar juru bicara Rusia Dmitry Peskov pada hari Senin. Sikap Rusia tersebut mengindikasikan bahwa konflik Ukraina masih akan terus berlanjut, dan situasi krisis energi yang dihadapi Uni Eropa (UE) saat ini berpotensi semakin memburuk.

Sentimen positif lainnya datang dari gangguan pasokan yang mulai terlihat dari antrian panjang kapal tanker minyak di lepas pantai Turki pada hari pertama penerapan batas harga terhadap minyak Rusia. Sekitar 19 kapal tanker dilaporkan sedang mengantri untuk diperiksa apakah minyak yang dimuat dibeli sesuai atau di bawah batas harga yang ditetapkan, yaitu di level $60 per barel, ungkap sumber dari broker kapal, pedagang minyak dan layanan pelacakan satelit pada hari Senin.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $74 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:30

USA - LMI Logistics Managers Index Current

 

 

57.5

20:30

USA - Trade Balance

 

$-80.1B

$-73.3B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788