| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.03160 | -0.21% |
GBPUSD | 1.18850 | -0.34% |
AUDUSD | 0.66650 | -0.33% |
NZDUSD | 0.61530 | -0.37% |
USDJPY | 140.280 | 0.06% |
USDCHF | 0.95320 | 0.08% |
USDCAD | 1.33880 | 0.22% |
GOLDUD | 1,750.900 | -0.32% |
COFU | 80.26 | -1.01% |
USD/IDR | 15,690 | 0.03% |
Senin, 21 November 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari lonjakan Covid di China yang mendekati rekor tertinggi pandemi. Selain itu, sinyal pasokan berlebih di pasar Eropa turut meredam pergerakan harga lebih lanjut.
Jumlah kasus infeksi Covid di China baru-baru ini telah meningkat mendekati rekor tertinggi pandemi di bulan April ketika kota Shanghai dikunci selama dua bulan. Secara total, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan angka infeksi mencapai 24,435 kasus pada 19 November, turun sedikit dari 24,473 kasus sehari sebelumnya. Meningkatnya kasus Covid memaksa otoritas distrik terpadat di Beijing mendesak penduduk untuk tinggal di rumah mulai 21 November, sementara distrik Baiyun di kota Guangzhou dikunci selama 5 hari terhitung sejak 21 November hingga 25 November. Selain itu, otoritas kesehatan juga memperingatkan bahwa pandemi dapat meluas karena mutasi dan faktor musiman, ungkap People's Daily, surat kabar resmi China, pada hari Minggu.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, pabrik kilang Eropa mengatakan bahwa saat ini pasar Eropa menghadapi situasi pasokan berlebih pasca Brasil, Guyana, Kanada, dan wilayah Midland AS meningkatkan ekspor minyak ke Eropa untuk menggantikan pasokan minyak dari Rusia, ungkap sejumlah pedagang minyak Eropa. Berita tersebut ikut meredam kekhawatiran yang terjadi pada pasokan saat embargo minyak Rusia diberlakukan pada 5 Desember mendatang.
Sementara itu, ekspor minyak mentah dari pelabuhan Novorossiisk di Laut Hitam ditangguhkan sejak 17 November akibat badai, dan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan, ungkap sumber pedagang pada hari Jumat. Selain itu, pemuatan minyak dari terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) juga kembali ditangguhkan karena cuaca buruk, padahal operator CPC baru saja melanjutkan pemuatan pada minggu lalu pasca selesainya perbaikan di salah satu fasilitas pemuatannya.
Dukungan lain juga datang dari berita bahwa pihak AS mengklaim telah menemukan bukti intelijen terkait kesepakatan yang dilakukan antara Rusia dan Iran untuk memproduksi ratusan drone, dan bukti tersebut juga telah dilihat oleh beberapa negara NATO, ungkap sumber yang dikutip oleh surat kabar The Washington Post pada hari Sabtu. Situasi tersebut berpotensi membuat Iran mendapatkan sanksi baru dari AS dan sekutunya, termasuk di sektor perminyakan Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Chicago Fed National Activity Index (CFNAI) |
|
| 0.1 |
23:30 | USA - 6 Month Bill Auction |
|
| 4.44% |