Home
>
News
>
Publication
>
Brexit Sumbang Fokus, GBPUSD Masih Terpuruk di Bawah 1.37
Brexit Sumbang Fokus, GBPUSD Masih Terpuruk di Bawah 1.37
Friday, 20 August 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.16740

0.02%

GBPUSD

1.36400

-0.12%

AUDUSD

0.71460

-0.20%

NZDUSD

0.68410

-0.31%

USDJPY

109.73000

0.00%

USDCHF

0.91860

-0.14%

USDCAD

1.282

0.26%

GOLDUD

1780.165

0.13%

USD/IDR

14450

0.07%

Fokus GBPUSD:

  1. GBPUSD belum keluar dari koreksi tajam kemarin
  2. Sentimen risk-off masih luas

Jumat, 20 Agustus 2021 - Lanjut melemah sejak perdagangan kemarin, pasangan GBPUSD kini bergerak di kisaran 1.36200 sejak pembukaan perdagangan hari ini. Fokus dalam negeri kini kembali datang dari Brexit, dimana sengketa tersebut disalahkan atas kesengsaraan industri peternakan ayam di Inggris dan mengalirnya bankir dari Inggris ke Uni Eropa (UE). Di sisi lain, dikutip dari Reuters, hampir seratus bankir senior meninggalkan inggris menjelang pamitnya inggris dari Uni Eropa, menurut pengawas perbankan dalam negeri - kembali mengonfirmasi terbaru tentang bagaimana Brexit telah membentuk kembali sektor keuangan Eropa dan basis pajaknya. Ke depan, berita utama terkait sentimen risiko akan diamati untuk mengukur pergerakan jangka pendek pasangan GBPUSD. Selain itu, Penjualan Ritel Inggris untuk Juli, yang diperkirakan akan turun dari +9.7% menjadi +6.0% YoY, juga penting untuk diperhatikan.

Pada hari Kamis, angka kematian multi-bulan yang tinggi dan rekor kasus virus COVID terus membebani selera risiko, mendukung permintaan safe-haven seperti USD. Hal yang sama bergabung dengan kekhawatiran penurunan Fed untuk memberikan tekanan turun tambahan pada harga GBPUSD pada hari sebelumnya. Di sisi lain, dari AS, Unemployment Claims dirilis menurun hingga 348k versus 362k setelah sebelumnya 377k. Selain itu, CB Leading Index MoM dirilis meningkat hinga 0.9% dari yang diharapkan 0.7% setelah sebelumnya 0.5%. Sementara itu, dirilis resmi oleh EIA, persediaan gas alam mampu menurun hingga 46 milliar kaki kubik setelah sebelumnya 49 milliar kaki kubik meski masih dibawah yang diharapkan 28 milliar kaki kubik. Rilisnya data positif AS mampu mengalahkan kasus tambahan harian Covid-19 yang mencapai 170,000 kasus tambahan selama 24 jam terakhir meski jumlah vaksinasi sudah mencapai 51.3% dari jumlah penduduk. 

Pada saat penulisan, GBPUSD lanjut melemah dengan fokus zona support penting terdekat di level 1.36200 dengan resistance terdekatnya berada di areal 1.37500. Sementara, resistance terjauhnya berada di sekitar areal 1.37600 dan support terjauhnya di 1.36100.

AUDUSD – AUDUSD turun ke terendah baru sejak November 2020 di sekitar 0.7130 pagi ini. Terlepas dari status quo PBOC, sentimen masam tampaknya menyeret AUDUSD ke terendah baru multi-hariannya. Sebelumnya, pejabat Reserve Bank of Australia (RBA) Christopher Kent menyampaikan, melalui Reuters, tetapi tidak mengatakan apa pun yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Berbicara tentang virus, setelah memperbarui rekor infeksi harian menjadi 758 pada hari sebelumnya, kasus infeksi Australia untuk Kamis turun mendekati angka 700 akhir-akhir ini. Mempertimbangkan kurangnya data/peristiwa utama, pedagang AUDUSD harus mengawasi katalis risiko untuk dorongan baru. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.71100 dan resistance di 0.71900.

EURUSD – EURUSD menembus di bawah 1.1700 untuk pertama kalinya pada tahun 2021 dan mencapai level terendah sejak November kemarin. Reli menentukan yang disaksikan di Indeks Dolar AS (DXY) setelah risalah rapat FOMC Juli menegaskan kembali ekspektasi bagi Fed untuk memulai pengurangan aset sebelum akhir tahun sangat membebani EURUSD. Selain itu, penurunan tajam yang terlihat pada indeks ekuitas utama Eropa dan kinerja buruk Wall Street juga membantu safe-haven USD mengungguli saingannya. Sementara itu, Euro disinyalir akan menghadapi tekanan lanjutan mengingat kemiringan yang lebih dovish di bank sentral Eropa. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.16700 dan resistance di 1.17200.

NZDUSD – Aksi jual NZDUSD ikut menyosor level terendah sejak November 2020, masih disponsori ketakutan varian Delta yang terus meningkat di Selandia Baru. Dengan demikian, pasangan Kiwi juga tidak terlalu memperhatikan pengumuman Keputusan Suku Bunga PBOC. Statistik berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Selandia Baru kemarin menyatakan bahwa Selandia Baru memiliki 11 kasus baru COVID-19, sehingga total infeksi yang terkait varian baru saat ini menjadi 31. Ke depannya, lanjutan konfirmasi statistik pandemi NZ yang biasanya dirilis di sekitar pukul 03:00 GMT akan diperhatikan sebagai arahan jangka pendek terdekat. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.68000 dan resistance di 0.68500.

USDCAD – Setelah menguji tertinggi enam bulan di atas 1.2800 di sesi semalam, pasangan USDCAD kini terus tetap kuat. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja USD terhadap enam mata uang utama, tetap kuat di atas 93.50 setelah pembicaraan taper Fed, dan jadi alasan utama perkasanya USDCAD. Di sisi lain, CAD terbebani oleh sentimen risk-off di tengah meningkatnya kasus virus COVID dalam negeri. Di sisi lain, harga minyak terus menurun untuk sesi keenam berturut-turut di tengah kekhawatiran permintaan dan USD yang lebih kuat. Sementara itu, sesuai Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP Kanada, ekonomi Kanada menambahkan 221,300 pekerjaan di bulan Juli. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.28200 dan resistance di 1.29000.

USDCHF – USDCHF turun ke 0.9180, untuk menyegarkan terendah harian di tengah Jumat pagi dan sedikit memudarkan dorongan dari USD - menghentikan tren naik tiga hari. Dolar AS sementara itu, diperdagangkan dengan nada kuat dan memperpanjang kenaikan mingguan dibantu oleh suasana risk-off dan meningkatnya prospek penurunan QE di beberapa titik menuju akhir tahun. Hal ini menggambarkan sentimen pasar akhir-akhir ini dan divergensi antar bank sentral global. Kemarin dalam kalender AS, Klaim mingguan naik 348 ribu dan Indeks Fed Philly turun ke 19.4 untuk bulan ini, keduanya meleset dari perkiraan. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.91500 dan resistance di 0.92000.

USDJPY – USDJPY tetap diredam dengan kenaikan kecil pada hari Kamis kemarin. Koreksi mundurnya imbal hasil Treasury AS mensponsori kinerja sisi bawah pasangan ini. Imbal hasil Treasury 10-tahun AS turun menjadi 1.24% karena investor menilai risalah FOMC terbaru dan prospek pertumbuhan global yang lebih lambat. Juga, komentar dari Ketua Fed AS Jerone Powell menyarankan bahwa dampak COVID-19 terhadap perekonomian dinilai tidak jelas. Di sisi lain, Yen naik karena daya tarik safe-haven dengan tajuk pandemi tetap menjadi perhatian bagi perekonomian. Di dalam negeri, Indeks Sentimen Tankan Reuters untuk Produsen naik menjadi 33 pada Agustus, pembacaan tertinggi sejak Januari 2018. Adapun saat ini, investor menunggu data Inflasi Jepang untuk mengukur sentimen pasar. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 109.600 dan resistance di 110.000.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

13:00

GB - Retail Sales m/m

-

0.2%

0.5%

19:30

CA - Core Retail Sales m/m

-

4.50%

-2.00%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

(forex, trading)

(bursa berjangka, komoditi)

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788