| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08320 | 0.37% |
GBPUSD | 1.22140 | 0.56% |
AUDUSD | 0.69760 | 0.56% |
NZDUSD | 0.63850 | 0.53% |
USDJPY | 127.830 | -0.17% |
USDCHF | 0.92650 | -0.40% |
USDCAD | 1.33980 | -0.33% |
GOLDUD | 1,920.300 | 0.23% |
COFU | 80.10 | -0.64% |
USD/IDR | 15,075 | -0.40% |
Senin, 16 Januari 2023 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi di tengah berlangsungnya libur di pasar AS. Sentimen dari potensi pasokan berlebih di Asia dan kekhawatiran kasus Covid di China yang membebani pergerakan harga, dibatasi oleh sentimen dari pernyataan UEA dan penghentian pasokan minyak Iran ke Suriah.
Pasca pemberlakuan batas harga G7, Rusia beralih menggunakan kapal dari China untuk tetap bisa mengirimkan minyaknya menuju Asia. Sumber perdagangan dan data pelacakan Eikon pada hari Minggu melaporkan setidaknya ada lima supertanker China yang mengirimkan minyak Ural Rusia, yaitu empat tujuan China dan satu tujuan India. Kelima pengiriman tersebut dijadwalkan antara 22 Desember dan 23 Januari. Data tersebut mengindikasikan Rusia masih tetap dapat menjual minyaknya di tengah kekurangan kapal pasca sanksi dari Barat, dan sekaligus memicu kekhawatiran pasokan berlebih di pasar Asia.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, jumlah orang yang meninggal akibat Covid di China telah mencapai hampir 60,000 orang pada hari Sabtu, dan diperkirakan setidaknya akan terjadi 1 juta kematian pada tahun ini, ungkap data terbaru yang diumumkan oleh otoritas kesehatan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, OPEC+ sedang menghadapi prospek yang tidak stabil di pasar minyak, baik dalam sisi penawaran maupun permintaan, kata menteri energi UEA Suhail al-Mazrouei pada hari Sabtu. Kapasitas produksi OPEC+ saat ini turun 3.7 juta bph karena lebih sedikit investasi di sektor minyak, tambah Al-Mazrouei. Pernyataan UEA tersebut mengindikasikan potensi berkurangnya pasokan minyak dari OPEC+ ke pasar global.
Sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa Iran akan berhenti memasok minyak murah ke Suriah, dan meminta Suriah untuk membayar lebih tinggi untuk minyak Iran, sekitar $70 per barel, dan harus di bayar di muka, kutip The Wall Street Journal pada hari Minggu. Selain itu, Iran juga secara tegas menolak melakukan pengiriman baru dengan pembayaran secara kredit. Situasi tersebut mengisyaratkan bahwa pasokan minyak dari Iran ke pasar global akan terbatasi untuk sementara waktu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Martin Luther King, Jr. Day |
|
|
|