Home
>
News
>
Publication
>
Beberapa Negara Mulai Wajibkan Tes Covid, Minyak Kembali Meredup
Beberapa Negara Mulai Wajibkan Tes Covid, Minyak Kembali Meredup
Thursday, 29 December 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06070

0.21%

GBPUSD

1.20310

0.11%

AUDUSD

0.67340

0.19%

NZDUSD

0.63100

0.32%

USDJPY

134.460

-0.64%

USDCHF

0.92760

-0.11%

USDCAD

1.36080

-0.12%

GOLDUD

1,804.100

0.12%

COFU

78.82

-0.56%

USD/IDR

15,740

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • AS menjadi negara kelima setelah India, Italia, Jepang, dan Taiwan yang mewajibkan tes Covid bagi turis dari China.
  • Cadangan minyak darurat AS merosot turun ke level trendah sejak 1983, ungkap laporan Departemen Energi AS.

***************************************************************

Kamis, 29 Desember 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dipicu oleh semakin bertambahnya negara yang memberlakukan kewajiban tes Covid bagi turis dari China, dan sinyal peningkatan tensi antara China dan AS. Meski demikian, laporan stok minyak AS memberikan dukungan yang membatasi penurunan lebih lanjut.

Di tengah upaya pemerintah China untuk melakukan perubahan besar-besaran terkait kebijakan Covid, beberapa negara justru memberlakukan aturan perjalanan baru bagi turis dari China. Pada hari Rabu, AS resmi menjadi negara kelima setelah India, Italia, Jepang, dan Taiwan yang memberlakukan tes Covid wajib bagi turis dari China. Pejabat kesehatan AS pada hari Rabu mengatakan untuk kebijakan baru itu akan mulai diterapkan pada 5 Januari nanti. Di samping itu, Inggris juga mengisyaratkan untuk mengambil kebijakan serupa dan akan mengumumkannya pada hari Kamis. Berita tersebut menjadi katalis negatif yang membebani upaya pemulihan ekonomi China, termasuk permintaan minyak di negara konsumen terbesar kedua dunia itu.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu menyatakan telah menyetujui kemungkinan penjualan sistem anti-tank ke Taiwan dengan harga sekitar $180 juta. Berita tersebut berpotensi memicu eskalasi tensi antara China dengan AS yang telah meningkat baru-baru ini yang dipicu oleh kegiatan militer yang dilakukan oleh China di dekat Taiwan pada awal pekan.

Sementara itu, stok minyak di Cadangan Minyak Strategis dilaporkan telah merosot turun menjadi 375 juta pada pekan lalu, yang sekaligus merupakan level terendah sejak 1983, ungkap laporan yang dirilis hari Rabu oleh Departemen Energi AS. Di hari yang sama, anggota parlemen dari partai Republik memperingatkan pentingnya untuk tetap menjaga tingkat cadangan minyak darurat agar tetap tinggi guna memastikan keamanan energi dan nasional AS. Berita tersebut memicu harapan akan mendongkrak permintaan minyak di negara konsumen terbesar pertama dunia itu, dalam upaya mengisi kembali stok di cadangan darurat.

Selain itu, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 1.30 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 23 Desember. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

23:00

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

12.100M

23:00

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.520M

-5.894M

23:00

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.520M

2.530M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788