Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Melemah Tipis Usai Data Inflasi Tiongkok dan Fokus Beralih ke AS
AUDUSD Melemah Tipis Usai Data Inflasi Tiongkok dan Fokus Beralih ke AS
Thursday, 09 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1418

0.03%

GBPUSD

1.3395

-0.04%

AUDUSD

0.6931

-0.07%

NZDUSD

0.5700

0.30%

USDJPY

162.56

-0.02%

USDCHF

0.8083

-0.09%

USDCAD

1.4167

-0.01%

GOLDUD

4074.40

-0.07%

USD/IDR

18,000

0.00%

Fokus:

  1. Inflasi Tiongkok yang lebih lemah membebani sentimen Dolar Australia.
  2. Pasar menanti data tenaga kerja AS di tengah ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi.


AUDUSD
Kamis, 9 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis dan cenderung datar di kisaran 0.6926 setelah pasar mencerna data inflasi terbaru dari Tiongkok. Inflasi konsumen (CPI) tahunan tercatat sebesar 1,0%, lebih rendah dibandingkan perkiraan 1,1% dan melambat dari 1,2% pada periode sebelumnya. Data tersebut mengindikasikan permintaan domestik Tiongkok masih belum sepenuhnya pulih, sehingga memicu kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Di sisi lain, inflasi produsen (PPI) Tiongkok meningkat menjadi 4,1% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar dan lebih tinggi dibandingkan 3,9% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tekanan harga di sektor manufaktur mulai menguat, namun belum cukup untuk mengimbangi sentimen negatif yang muncul dari perlambatan inflasi konsumen. Mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Australia, perkembangan ekonomi negara tersebut tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan Dolar Australia.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Data tersebut akan menjadi salah satu acuan bagi investor dalam menilai prospek kebijakan moneter Federal Reserve pada pertemuan berikutnya.

Sementara itu, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan para pembuat kebijakan masih berbeda pandangan mengenai arah suku bunga ke depan. Selain itu, meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Kombinasi kedua faktor tersebut menjaga Greenback tetap didukung dan membatasi ruang penguatan Dolar Australia. Support AUDUSD berada di area 0.6905, sementara resistance di area 0.6950.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1.1421 setelah Dolar AS kehilangan sebagian momentumnya di tengah sikap hati-hati pelaku pasar dalam menilai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Risalah rapat FOMC menunjukkan para pembuat kebijakan masih menghadapi ketidakpastian mengenai prospek inflasi dan suku bunga, sehingga pasar belum memperoleh sinyal yang benar-benar tegas mengenai langkah The Fed selanjutnya. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap Greenback sedikit mereda dan memberikan ruang bagi penguatan Euro.

Meski demikian, kenaikan EURUSD diperkirakan masih terbatas. Sejumlah pejabat Federal Reserve masih membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut apabila inflasi belum kembali menuju target, sementara meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, melambatnya inflasi di kawasan Zona Euro juga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (ECB), sehingga membatasi potensi penguatan mata uang tunggal Eropa. Support EURUSD berada di area 1.1395, sementara resistance di area 1.1455.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1.3389 seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS setelah risalah rapat terbaru Federal Reserve menunjukkan masih adanya pandangan hawkish di kalangan pembuat kebijakan. Sejumlah pejabat The Fed menilai suku bunga acuan kemungkinan perlu tetap berada pada level saat ini atau bahkan lebih tinggi hingga terdapat keyakinan bahwa tekanan inflasi benar-benar mereda, sehingga menopang penguatan Greenback.

Di sisi lain, meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah aksi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkuat minat investor terhadap aset safe haven, termasuk Dolar AS. Sementara itu, meredanya ketidakpastian politik di Inggris pasca dimulainya proses pemilihan pengganti Perdana Menteri memberikan dukungan bagi Poundsterling, namun pengaruhnya belum cukup kuat untuk mengimbangi sentimen positif terhadap Dolar AS. Support GBPUSD berada di area 1.3350, sementara resistance di area 1.3435.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0.5717 setelah Dolar Selandia Baru memperoleh dukungan dari rilis data inflasi Tiongkok yang menjadi perhatian pelaku pasar. Meskipun inflasi tahunan tercatat sedikit di bawah perkiraan, perkembangan ekonomi mitra dagang utama Selandia Baru tersebut tetap menjadi acuan penting bagi prospek permintaan regional. Selain itu, melemahnya Dolar AS setelah publikasi risalah rapat Federal Reserve turut memberikan ruang bagi penguatan NZD terhadap Greenback.

Namun, kenaikan pasangan mata uang ini masih dibayangi oleh meningkatnya ketidakpastian global. Risalah rapat Federal Reserve menunjukkan para pejabat masih berbeda pandangan mengenai arah suku bunga, sementara memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, sehingga penguatan NZDUSD diperkirakan tetap menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Support NZDUSD berada di area 0.5695, sementara resistance di area 0.5740.

USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 162.53 seiring Dolar AS memperoleh dukungan setelah risalah rapat Federal Reserve menunjukkan para pembuat kebijakan masih belum memiliki pandangan yang seragam mengenai prospek inflasi dan arah suku bunga. Sebagian pejabat menilai suku bunga dapat dipertahankan pada level saat ini, sementara kelompok lainnya masih membuka peluang pengetatan lebih lanjut apabila tekanan inflasi belum kembali menuju target. Ketidakpastian tersebut menjaga ekspektasi kebijakan moneter AS tetap ketat dan menopang penguatan Greenback terhadap Yen.

Di sisi lain, kenaikan USDJPY masih dibayangi risiko intervensi dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uang domestik. Pemerintah Jepang menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat terkait perkembangan pasar valuta asing dan siap mengambil langkah yang diperlukan apabila pergerakan Yen dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. Pernyataan tersebut berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut pasangan mata uang ini meskipun sentimen terhadap Dolar AS masih relatif positif. Support USDJPY berada di area 162.10, sementara resistance di area 163.00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0.8076 seiring tekanan terhadap Dolar AS yang meningkat di tengah sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Greenback kehilangan sebagian momentumnya setelah investor mencermati risalah rapat The Fed yang menunjukkan belum adanya kesepakatan bulat mengenai arah suku bunga, sehingga memicu aksi ambil untung pada Dolar AS dan mendorong penguatan Franc Swiss.

Di sisi lain, Franc Swiss tetap memperoleh dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pelaku pasar juga menantikan pidato anggota Dewan Pengurus Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, untuk mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter dan arah nilai tukar Franc. Meski demikian, potensi pelemahan USDCHF diperkirakan masih terbatas apabila ketegangan di Timur Tengah kembali meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset aman. Support USDCHF berada di area 0.8055, sementara resistance di area 0.8105.

USDCAD - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 1.4166, dolar Kanada memperoleh dukungan setelah harga minyak mentah terus bergerak menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar, Kanada diuntungkan oleh kenaikan harga energi karena berpotensi meningkatkan pendapatan ekspor dan memperkuat nilai tukar Dolar Kanada. Di sisi lain, pelaku pasar kini menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi petunjuk baru mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Sentimen positif terhadap Dolar Kanada juga didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini, meskipun sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% untuk beberapa pertemuan berturut-turut. Selain itu, analis menilai tekanan jual terhadap Dolar Kanada mulai berkurang, sehingga mata uang tersebut mampu bertahan di tengah volatilitas pasar. Kombinasi kenaikan harga minyak dan membaiknya ekspektasi kebijakan BoC menjadi faktor yang terus menopang penguatan CAD terhadap Dolar AS. Support USDCAD berada di area 1.4140, sementara resistance di area 1.4205.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

 

 

 

2:00am

USD

Consumer Credit m/m

-0.2B

16.9B

20.8B

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

0.022

0.024

0.024

All Day

EUR

Eurogroup Meetings

 

 

 

6:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

 

 

 

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

218K

215K

8:00pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

 

 

 

9:00pm

USD

Existing Home Sales

 

4.19M

4.17M

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

 

60B

87B

11:00pm

CHF

Gov Board Member Martin Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788