| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17360 | 0.02% |
GBPUSD | 1.38720 | -0.04% |
AUDUSD | 0.73730 | -0.14% |
NZDUSD | 0.70410 | -0.13% |
USDJPY | 110.400 | -0.03% |
USDCHF | 0.92190 | -0.02% |
USDCAD | 1.25000 | 0.05% |
GOLDUD | 1751.377 | -0.11% |
COFR | 996703 | -0.17% |
USD/IDR | 14370 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 12 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dibebani oleh desakan AS agar OPEC+ dapat meningkatkan produksi guna menstabilkan harga. Selain itu, perkiraan penurunan permintaan minyak dari China juga turut menambah tekanan pada harga minyak.
AS berencana untuk bertemu dengan OPEC+ agar kelompok negara-negara produsen tersebut lebih meningkatkan produksinya karena peningkatan produksi yang disetujui OPEC+ baru-baru ini tidak dapat mengimbangi pemangkasan produksi yang dilakukan sebelumnya, ungkap Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan pada hari Rabu. Administrasi Biden juga meminta negara-negara OPEC dan regulator AS untuk berbuat lebih banyak dalam memastikan pasokan energi yang stabil, khususnya pada isu harga bensin eceran di AS yang telah melonjak hingga di atas $3 per galon dalam beberapa bulan terakhir ini, tambah Sullivan.
Dari sisi pasokan, Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 447 ribu barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1.27 juta barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 1.40 juta barel, lebih rendah dari prediksi awal yaitu turun sebesar 1.66 juta barel. Selain itu, EIA melaporkan produksi minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 6 Agustus, naik ke level 11.3 juta barel dari posisi pekan sebelumnya di level 11.2 juta barel.
Sementara itu, permintaan minyak dari China diperkirakan akan turun di bawah 1 juta bph dalam dua bulan ke depan dari yang diperkirakan sebelumnya karena meningkatnya kasus baru Covid-19 akhir-akhir ini di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut, ungkap Goldman Sachs. Diperkirakan total permintaan minyak mentah global selama dua bulan ke depan berada pada angka 97.8 juta bph, turun dari perkiraan sebelumnya pada Juli di angka 98.4 juta bph, tambah analis Goldman Sachs.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,015,000 - 1,035,000 per barel serta kisaran Support di IDR 975,000 - 955,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 2880K | 2930K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 375K | 385K | |||||
19:30 | USA - PPI MoM | - | 0.6% | 1% | |||||