| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15540 | 0.00% |
GBPUSD | 1.35760 | 0.03% |
AUDUSD | 0.72710 | 0.15% |
NZDUSD | 0.69120 | 0.09% |
USDJPY | 111.400 | 0.06% |
USDCHF | 0.92720 | 0.06% |
USDCAD | 1.25860 | -0.06% |
GOLDUD | 1762.465 | -0.14% |
COFR | 1096095 | -0.34% |
USD/IDR | 14235 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 07 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu pernyataan dari AS dan Rusia untuk menstabilkan situasi pasar minyak, serta ditambah dengan laporan kenaikan stok minyak dan bensin AS. Meski demikian, proyeksi EIA akan peningkatan konsumsi energi global hingga tahun 2050 membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Presiden Rusia Valdimir Putin pada hari Rabu menyatakan siap menggunakan pengaruh negaranya sebagai produsen utama minyak dan gas untuk membantu menstabilkan situasi pasar minyak saat ini, dimana harga energi melonjak drastis di Eropa seiring dengan musim dingin yang semakin dekat. Senada dengan pernyataan Putin, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu juga menyatakan bahwa pemerintahan Biden akan mengambil lebih banyak langkah jika diperlukan untuk menstabilkan harga minyak.
Turut membebani harga minyak, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam melaporkan data mingguan pasar minyak AS yang mengindikasikan permintaan bahan bakar yang sedang lesu di pasar energi AS. Stok minyak mentah dan bensin naik masing-masing sebesar 2.35 juta barel dan 3.26 juta barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 418 ribu barel dan 279 ribu barel. Selain itu, dari sisi produksi juga naik sebesar 11.3 juta barel dari posisi pekan lalu di 11.1 juta barel.
Di hari yang sama, EIA juga merilis laporan International Energy Outlook 2021 yang memproyeksikan konsumsi energi dunia akan tumbuh hampir 50% antara tahun 2020 dan 2050, dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama di negara berkembang di Asia. Meskipun diproyeksikan konsumsi energi terbarukan memiliki pertumbuhan terkuat di antara sumber energi lainnya hingga tahun 2050, namun, EIA juga memperingatkan potensi peningkatan emisi karbon jika tidak didukung dengan perubahan kebijakan yang signifikan dan terobosan teknologi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,110,000 - 1,130,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,080,000 - 1,060,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||