| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09010 | -0.09% |
GBPUSD | 1.24600 | -0.12% |
AUDUSD | 0.67180 | -0.24% |
NZDUSD | 0.63170 | -0.30% |
USDJPY | 131.310 | -0.22% |
USDCHF | 0.90670 | 0.01% |
USDCAD | 1.34540 | 0.15% |
GOLDUD | 2,019.750 | -0.28% |
COFU | 80.37 | -0.37% |
USD/IDR | 14,955 | 0.00% |
Kamis, 06 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau meredup dibayangi oleh sinyal peningkatan tensi antara China dengan AS pasca pertemuan Ketua DPR AS dengan Presiden Taiwan, yang berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, kenaikan harga jual Aramco bulan Mei serta laporan EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Sinyal peningkatan tensi antara China dengan AS kembali memuncak pasca pertemuan antara AS dengan Taiwan. Ketua DPR AS Kevin McCarthy bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di California pada hari Rabu memicu reaksi keras dari China yang mengancam akan memberikan tindakan balasan. Administrasi keselamatan maritim Fujian China pada hari Rabu mengatakan berencana meluncurkan operasi patroli dan inspeksi gabungan khusus selama tiga hari di bagian tengah dan utara Selat Taiwan.
Sentimen negatif lainnya datang dari laporan yang mengatakan bahwa Eropa mendapatkan pasokan bahan bakar minyak Rusia melalui India. Menurut data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa, sebelum terjadinya konflik Ukraina, Eropa biasanya mengimpor rata-rata 154 ribu bph solar dan bahan bakar jet dari India, namun, sejak Eropa melarang impor produk minyak Rusia pada 5 Februari, impor Eropa dari India meningkat menjadi 200 ribu bph. Data dari Kpler juga menunjukkan bahwa Eropa berkontribusi terhadap sekitar 50% dari total ekspor bahan bakar jet India, atau sekitar 70,000-75,000 bph pada tahun 2022/23, naik 40,000-42,000 bph dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, perusahaan milik negara Saudi Aramco pada hari Rabu mengumumkan Harga Jual Resmi (OSP) minyak Arab untuk pengiriman bulan Mei, di mana sesuai yang diprediksikan para pedagang, Aramco menaikkan OSP untuk tujuan Asia sebesar 30 sen menjadi $2.80 per barel. Keputusan Aramco tersebut juga menandai kenaikan selama tiga bulan berturut-turut ke pasar Asia, yang merupakan pasar utama tujuan pengiriman minyaknya yang berkontribusi terhadap 60% dari total pengiriman minyak mentah Aramco. Untuk tujuan Eropa dinaikkan sebsar $1 per barel, dan tujuan AS naik sebesar 10 sen. Biasanya harga jual Aramco dijadikan sebagai harga referensi bagi beberapa produsen Teluk lainnya seperti Iran dan Kuwait.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 3.74 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2.33 juta barel. Selain itu, stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 4.12 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1.73 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1699K | 1689K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 200K | 198K |
21:00 | USA - Total Vehicle Sales |
| 14.50M | 14.89M |