| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18770 | -0.06% |
GBPUSD | 1.38610 | -0.04% |
AUDUSD | 0.74490 | -0.20% |
NZDUSD | 0.71540 | -0.22% |
USDJPY | 109.740 | 0.03% |
USDCHF | 0.91360 | 0.08% |
USDCAD | 1.25250 | 0.10% |
GOLDUD | 1828.405 | -0.06% |
COFR | 983435 | -0.85% |
USD/IDR | 14230 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 06 September 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish dibebani oleh keputusan Saudi memangkas harga jual minyak untuk pengiriman bulan Oktober, hanya beberapa hari menyusul keputusan resmi OPEC+ untuk terus meningkatkan produksi.
Saudi Aramco pada hari Minggu mengumumkan harga minyak Arab Light untuk pengiriman bulan Oktober, dimana untuk pembeli di Asia yang menjadi pasar terbesarnya, Aramco menurunkan sebesar $1.30 menjadi $1.70 per barel. Sebelumnya para pedagang di Asia pekan lalu memperkirakan Aramco akan menurunkan harga sekitar 60 sen per barel, ungkap hasil survei terhadap 6 pedagang dan penyulingan. Selain Asia, Aramco juga menurunkan harga minyak untuk tujuan Mediterania sebesar 10 sen per barel. Sementara untuk tujuan Eropa Barat Laut dan AS tidak berubah dari harga bulan lalu.
Dukungan pada harga minyak datang dari perusahaan energi di Teluk Meksiko yang sebagian besar masih belum beroperasi pasca hantaman Badai Ida pada pekan sebelumnya. Gedung Putih memutuskan membuka akses cadangan minyak darurat negara sebesar 1.5 juta barel untuk mengatasi masalah kekurangan bahan bakar regional. Secara keseluruhan, terganggunya pemulihan kembali produksi di Teluk Meksiko telah menyebabkan turunnya produksi sebesar 240,000 barel, ungkap data terbaru yang dirilis pemerintah AS.
Sementara itu dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes, menunjukkan jumlah rig minyak mentah AS merosot turun sebesar 16 rig menjadi 394 rig untuk pekan yang berakhir 3 Sepetember. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2021 ini, dan terakhir terlihat penurunan serupa pada awal Juni 2020, ungkap data dari Baker Hughes.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||