| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16010 | -0.08% |
GBPUSD | 1.36300 | -0.08% |
AUDUSD | 0.72870 | -0.26% |
NZDUSD | 0.69630 | -0.34% |
USDJPY | 111.470 | 0.13% |
USDCHF | 0.92790 | 0.09% |
USDCAD | 1.25800 | 0.05% |
GOLDUD | 1760.172 | -0.25% |
COFR | 1124344 | -0.23% |
USD/IDR | 14225 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 06 Oktober 2021 - Reli bullish minyak sejak pekan lalu tertahan pagi ini pasca laporan kenaikan stok minyak AS serta keputusan Aramco untuk memangkas harga jual minyak untuk pengiriman bulan November. Potensi hambatan perjalanan internasional akibat aturan penerbangan terkait Covid-19 juga turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 951 ribu barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 1 Oktober. Data tersebut mengindikasikan melambatnya permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. Malam nanti, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan merilis angka resmi versi pemerintah, yang diperkirakan untuk stok minyak dan bensin akan turun masing-masing sebesar 418 ribu barel dan 279 ribu barel. Di samping itu, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Turut membebani harga minyak, produsen minyak negara Saudi Aramco pada hari Selasa mengumumkan penurunan harga jual minyak mentah tujuan Asia untuk pengiriman November sebesar 40 sen menjadi $1.30 per barel, premi terkecil sejak Maret. Sebesar 60% ekspor minyak mentah Saudi ditujukan ke Asia, dengan China, Korea Selatan, Jepang, dan India sebagai pembeli terbesar. Selain Asia, Aramco juga memangkas harga minyak untuk tujuan AS, Mediterania dan Eropa Barat Laut. Keputusan pemangkasan harga tersebut dibuat menyusul langkah OPEC+ untuk mempertahankan peningkatan produksi sesuai kesepakatan yang dibuat pada bulan Juli, serta ditambah dengan meningkatnya permintaan akibat krisis energi yang memicu peralihan pemakaian dari gas ke minyak mentah.
Sementara itu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang terdiri atas 290 maskapai penerbangan pada hari Selasa menyatakan optimis bahwa perjalanan internasional berpotensi meningkat dua kali lipat tahun depan atau mencapai 44% dari tingkat sebelum krisis 2019. Selain itu, perjalanan domestik diperkirakan akan mencapai 93% dari tingkat pra-pandemi. Meski demikian, IATA juga memperingatkan potensi hambatan akibat aturan penerbangan terkait Covid-19 yang dinilai tidak jelas.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,140,000 - 1,160,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,100,000 - 1,080,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||