Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Pasokan Berlebih Bayangi Pergerakan Harga Minyak
Ancaman Pasokan Berlebih Bayangi Pergerakan Harga Minyak
Tuesday, 18 October 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

0.98360

0.21%

GBPUSD

1.13530

0.51%

AUDUSD

0.62890

0.68%

NZDUSD

0.56290

0.32%

USDJPY

149.010

-0.09%

USDCHF

0.99580

-0.04%

USDCAD

1.37120

-0.32%

GOLDUD

1,650.000

0.21%

COFU

84.80

0.07%

USD/IDR

15,450

0.03%

Fokus Crude Oil:

  1. Produksi minyak mentah dan gas alam AS diperkirakan akan mencapai rekor pada bulan November, ungkap EIA.
  2. Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada bulan Agustus naik ke level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun.

***************************************************************

Selasa, 18 Oktober 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak datar dibayangi ancaman pasokan berlebih dari AS dan Arab Saudi, selain itu sinyal pengurangan konsumsi gas Rusia oleh UE juga turut membebani pergerakan harga minyak. Meski demikian, isyarat dukungan anggota OPEC+ untuk memangkas produksi membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Dalam laporan yang dirilis hari Senin, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi minyak di Permian, Texas, dan New Mexico, yang merupakan lokasi penghasil minyak serpih terbesar AS, akan naik sekitar 50 ribu bph menjadi 5.453 juta bph pada bulan November nanti. Dilihat secara total, produksi minyak mentah AS bulan November nanti diproyeksikan naik sekitar 104 ribu bph menjadi 9.105 juta bph, tertinggi sejak Maret 2020. Selain itu, untuk output gas alam di lokasi penghasil gas serpih terbesar yaitu Appalachia di Pennsylvania, Ohio dan West Virginia juga diperkirakan naik menjadi 35.7 miliar kaki kubik per hari pada bulan November, yang sekaligus merupakan rekor tertinggi sejak Desember 2021.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, ekspor minyak mentah Arab Saudi bulan Agustus dilaporkan naik hampir 3% menjadi 7.60 juta bph yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak April 2020, ungkap laporan yang dirilis oleh Joint Organisation Data Initiative (JODI) pada hari Senin. Selain ekspor, produksi di negara eksportir minyak terbesar dunia itu juga dilaporkan naik sebesar 2% pada bulan Agustus menjadi 11.051 juta bph.

Sentimen negatif lainnya juga datang dari Uni Eropa (UE) yang dilaporkan telah berhasil mengurangi konsumsi gas Rusia lebih dari 40% menjadi 8% dari total konsumsi dan akan terus turun, ungkap Oleksandr Kharchenko, direktur Pusat Penelitian Energi UE pada hari Senin. Kharchenko juga menambahkan bahwa produksi minyak Rusia berpotensi ikut turun saat pemberlakuan batas harga minyak Rusia sebesar $60 resmi dijalankan.

Sementara itu dukungan terhadap harga minyak datang dari Uni Emirat Arab (UEA) yang pada hari Senin menyatakan secara tegas dukungan sepenuhnya terhadap Arab Saudi dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan energi global, ungkap kementerian luar negeri UEA pada hari Senin. Serangkaian pernyataan dukungan dari para anggota OPEC+ semakin menguatkan komitmen pemangkasan produksi yang disepakati bersama oleh aliansi 23 negara produsen itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.1%

-0.2%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.2%

0.1%

21:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

43

46

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788