Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Omicron Meredup, Harga Minyak Kembali Bersinar
Ancaman Omicron Meredup, Harga Minyak Kembali Bersinar
Monday, 13 December 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.13150

-0.15%

GBPUSD

1.32350

0.14%

AUDUSD

0.71410

0.34%

NZDUSD

0.67930

-0.01%

USDJPY

113.250

0.24%

USDCHF

0.92070

0.09%

USDCAD

1.27250

-0.09%

GOLDUD

1782.490

0.23%

COFR

1033054

0.83%

USD/IDR

14340

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. Belum ada sinyal peningkatan yang lebih parah akibat Omicron, ungkap ilmuwan Afrika Selatan.
  2. Irak berharap OPEC akan mempertahankan kebijakan produksi saat ini pada pertemuan berikutnya.


Senin, 13 Desember 2021 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih berada pada tren bullish didukung oleh meningkatnya optimisme bahwa dampak varian Omicron pada pertumbuhan ekonomi global serta permintaan bahan bakar akan terbatas. Selain itu sinyal OPEC dan sekutunya untuk tidak menambah pasokan lebih dari yang disepakati, turut mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Ilmuwan Afrika Selatan pada hari Jumat menyatakan bahwa tidak terlihat tanda varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah. Hal itu terlihat dari data rumah sakit yang walaupun menunjukkan peningkatan tajam untuk rawat inap di lebih dari setengah dari sembilan provinsi di negara itu akibat Omicron, namun angka kematian tidak meningkat secara dramatis, ungkap sumber yang sama.

Dari Inggris dilaporkan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson pada hari Minggu meluncurkan kampanye percepatan peluncuran vaksin booster sebelum Tahun Baru. Langkah yang diambil oleh Johnson tersebut menyusul pernyataan dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada hari Jumat yang mengatakan bahwa suntikan booster Covid-19 secara signifikan memulihkan perlindungan terhadap penyakit ringan yang disebabkan oleh varian Omicron. 

Turut mendukung harga minyak, Menteri Perminyakan Irak pada hari Minggu mengatakan bahwa ia berharap dalam pertemuan berikutnya OPEC akan tetap mempertahankan kebijakan produksi saat ini yaitu, membatasi peningkatan pasokan bulanan secara bertahap sebesar 400,000 bph. Pernyataan tersebut senada dengan pernyataan dari Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak yang pada hari Jumat menyatakan bahwa OPEC dan sekutunya akan terus memulihkan pasokan untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,060,000 - 1,080,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,020,000 - 1,000,000 per barel.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

23:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

6%

5.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788